TITIKNOL.ID, PENAJAM – Pelaksanaan Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) 2025 di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) terancam ditunda dari jadwal semula 2-9 Oktober 2025.
Bupati PPU, Mudyat Noor menyebut hingga Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBDP) disahkan, ini berarti POPDA juga bisa segera dilaksanakan.
“Sebetulnya, tergantung APBD-P saja, kalau cepat diketuk ya bisa juga dilaksanakan,” ujar Mudyat, Jumat (19/9/2025).
Ia menjelaskan, anggaran POPDA dari pemerintah kabupaten (Pemkab) PPU sebelumnya diletakkan di APBD murni. Namun adanya perubahan nomenklatur sehingga perlu dimuat kembali dalam APBD Perubahan.
“Bukan hanya soal anggaran, tetapi pemerintah juga bicara aturan. Jangan sampai dilaksanakan tetapi nomenklaturnya berbeda.
Kalau ini menjadi temuan dan berujung pada kembalian sampai diperiksa? Bagaimana, jadi pelaksanannya tergantung APBDP,” jelas Mudyat.
Ia menegaskan pemerintah daerah bukan tidak menyanggupi pelaksanaan ajang bergengsi yang mempertemukan para pelajar terbaik dari berbagai sekolah se-Kaltim tersebut di wilayahnya.
Hanya saja, Mudyat menilai untuk gawaian Pemerintah Provinsi (Pemprov), seharusnya anggaran pelaksanaan tidak terlalu dibebankan kepada daerah selaku tuan rumah.
“Kan gawaian Provinsi, kita sudah cukup bantu menganggarkan karena mau dibawa ke POPNAS. Sementara PPU APBD-nya terendah se-Kaltim, mana bisa belasan miliar dibebankan kepada daerah, tupoksinya tetap menjadii tanggung jawab Provinsi,” tuturnya.
Menurutnya, pelaksanaan POPDA bukan perkara siap atau tidak siap, melainkan memang menjadi kewajiban Provinsi yang sejak awal mestinya ambil bagian.
“Awalnya Rp12 miliar, pemda pangkas menjadi Rp4 miliar untuk menanggung pembukaan dan penutupan serta konsumsi peserta,” imbuh Mudyat.
Sementara itu, Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji disinggung soal POPDA 2025 saat kunjungan kerjanya ke PPU, mengungkapkan sembari menunggu surat permohonan penundaan resmi dari Bupati PPU, kelanjutan POPDA masih akan dibahas bersama Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltim.
“Kelanjutan POPDA, kita nunggu suratnya,” kata dia.
Apabila wacana penundaan ini benar dilakukan, artinya pelaksanaanya akan bersinggungan dengan POPNAS yang dijadwalkan berlangsung 1 November mendatang. Padahal, POPDA menjadi momentum penting untuk memetakan potensi atlet daerah untuk menuju POPNAS.
“Memang seharusnya POPDA dulu baru POPNAS. Saya akan diskusikan dengan Dispora, apalagi pelatihan-pelatihan sudah dilakukan,” imbuhnya.
Plt Kepala Bidang (Kabid) Pemuda dan Olahraga (PORA) Disdikpora PPU, Nursabtaningsih mengakatan pihaknya kini tengah merekap daftar peserta dari berbagai daerah. Menurutnya, ribuan peserta akan bertanding secara sehat dalam panggung olahraga ini.
“Kalau berdasarkan rencana, POPDA digelar delapan hari dengan mempertandingkan 16 cabang olahraga, dua diantaranya eksbisi. Dipastikan venue di PPU dalam keadaan siap, sisanya dua cabor renang di Kutai Kartanegara dan senam di Samarinda,” kata Nursabtaningsih.












