TITIKNOL.ID, PENAJAM – Rumah panggung sederhana bermaterial kayu yang berdiri itu menjadi tempat tinggal Sahabudin, warga RT 04 Kelueahan Gersik, Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU).
Sudah 30 tahun, rumah tersebut kondisinya masih jauh dari layak, dengan pagar teras yang mulai rapuh dan atap seng seadanya. Sehari-hari, keluarga Sahabudin hidup dalam kesederhanaan di tengah lingkungan perkebunan dengan fasilitas terbatas.
Bekerja sebagai penebang pohon, selaku kepala keluarga, Sahabudin harus bekerja keras mencukupi kebutuhan kelima orang anggota dalam rumahnya di gang sempit Gersik.
Hingga puluhan tahun berlalu, perhatian pemerintah akhirnya tertuju pada potrait keluarga Sahabudin akan kondisi rumah yang sebetulnya tak mampu menampung keseluruhan anggota keluarga secara layak.
“30 tahun sejak saya membangun rumah panggung dari kayu, pemerintah akhirnya turun tangan memberikan bantuan rehabilitasi rumah,” ujar Sahabudin saat Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud dan Bupati PPU, Mudyat Noor melakukan tinjauan bedah rumah di kediamannya, Rabu (17/9/2025).
Ia menuturkan bahwa bantuan pemerintah sangat membantu meningkatkan kesejahteraan keluarganya, terutama mereka tak lagi tinggal di rumah lapuk, namun bisa menempati hunian lebih layak, aman dan nyaman.
“Syukur Alhamdulillah, kami diberi bantuan material untuk atap, dinding dan lantai. Saya ikut bongkar-bongkar, biar bisa pakai lagi karena bahannya masih bagus,” tuturnya.
Bantuan rehabilitasi rumah, kata Sahabudin, mulanya datang dari usulan Kelurahan setempat diikuti verifikasi lanjutan oleh tim Kelurahan sekitar lima bulan lalu.
“Rumah kami menjadi salah satu percontohan rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH),” katanya.
Selain rumah Sahabudin, menurut keterangan Ketua RT 04 Kelurahan Gersik, Rasyid, masih ada dua rumah lainnya yang diusulkan dari wilayahnya.
“Dua rumah, termasuk milik Sahabudin mendapat bantuan dari Provinsi, satu rumah lainnya dibantu pemerintah Kabupaten PPU,” ucapnya.
Kriteria usulannya adalah calon penerima bantuan memiliki alas tanah yang sah.
Program rehabilitasi RTLH sendiri bukan sekadar perbaikan fisik, melainkan bagian dari pemenuhan hak dasar warga. Program ini juga sejalan dengan target nasional pemerataan pembangunan yang juga menghadirkan tiga juta rumah untuk rakyat.
Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud menyebutkan, bantuan Pemprov Kaltim menganggarkan Rp25 juta untuk renovasi tiap unit rumah. Tahun depan, nilai tersebut meningkat sebesar Rp10 juta atau menjadi Rp35 juta per unit.
“Program RTLH di Kaltim menyasar 1.500 rumah dengan pola berbagi pembiayaan antara Pemprov dan Pemkab/Pemkot. Konstruksi rumah akan beralih menggunakan beton supaya lebih kuat dan tahan lama,” ujar Rudy.
Untuk diketahui, bantuan RTLH di PPU menyasar sebanyak 150 unit rumah. Tinjauan di lapangan menunjukkan hunian warga benar-benar pantas mendapatkan perbaikan demi kehidupan layak dan sejahtera.
(TN01)












