Penajam

Terbaik se-Kaltim, Perpustakaan ‘Sumber Ilmu’ Desa Binuang PPU Melaju ke Tingkat Nasional

158
×

Terbaik se-Kaltim, Perpustakaan ‘Sumber Ilmu’ Desa Binuang PPU Melaju ke Tingkat Nasional

Sebarkan artikel ini
Perpustakaan Sumber Ilmu Desa Binuang Kecamatan Sepaku PPU saat visitasi tim Provinsi (ist)

TITIKNOL.ID, PENAJAM – Mewakili Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), Perpustakaan ‘Sumber Ilmu’ Desa Binuang Kecamatan Sepaku Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) melaju ke tingkat Nasional dalam lomba perpustakaan desa.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip PPU, Muhammad Yusuf Basra mengungkapkan rasa bangganya terhadap capaian ini.

Menurutnya, perpustakaan-perpustakaan di desa/kelurahan di PPU saat ini tengah berbenah dalam meningkatkan kualitasnya dengan mendorong gerakan literasi di masyarakat.

Yusuf menerangkan, mulanya pemerintah daerah melalui Dinas Perpustakaan dan Arsip menggelar lomba perpustakaan desa/kelurahan di tingkat Kabupaten.

Peraihan juara tiga besar disabet oleh Desa Binuang, Kelurahan Jenebora, dan Desa Wonosari.

“Kebetulan yang juara satu di PPU adalah Desa Binuang di Kecamatan Sepaku, maka itulah yang kita lombakan di tingkat Provinsi,” kata Yusuf Basra, Selasa (23/9/2025).

Bersaing dengan sepuluh desa/kelurahan se-Kaltim, Perpustakaan ‘Sumber Ilmu’ Desa Binuang berhasil menduduki peringkat pertama, dengan dua lainnya dari Kutai Kartanegara dan Bontang.

“Alhamdulilah kini Perpustakaan Desa Binuang masuk ke tingkat Nasional dan masuk di wilayah tiga, yakni regional Kalimantan-Sulawesi,” ujarnya.

Apabila Perpustakaan ‘Sumber Ilmu’ Desa Binuang (Kalimantan Timur) berhasil menyabet posisi pertama diantara Perpustakaan Fitrah Berkah Insani (Kalimantan Barat) dan Perpustakaan Mandiri (Sulawesi Selatan), maka ditetapkan sebagai bagian dari 12 perpustakaan terbaik yang akan maju dalam penilaian selanjutnya hingga ditetapkan menjadi juara Nasional.

“Jadi pemetaan wilayahnya Nasional dibagi empat wilayah, yakni Sumatera (wilayah 1), Jawa (wilayah 2), Kalimantan-Sulawesi (wilayah 3) dan wilayah timur,” jelas Yusuf.

Pihaknya kini hanya perlu menunggu visitasi oleh Perpustakaan Nasional Indonesia yang akan melakukan penilaian di minggu ini.

(TN01)