BalikpapanTitiknolKaltim

Puluhan Rumah di Lereng Muara Rapak Balikpapan Terancam, Warga Harus Evaluasi Konstruksi

66
×

Puluhan Rumah di Lereng Muara Rapak Balikpapan Terancam, Warga Harus Evaluasi Konstruksi

Sebarkan artikel ini
LONGSOR MUARA RAPAK – Petugas memasang garis polisi di lokasi rumah warga yang ambruk di Jalan Batu Butok Nomor 142, RT 60, Kelurahan Muara Rapak, Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur pada Minggu (19/10/2025) dini hari. Rumah tersebut runtuh usai hujan deras dan angin kencang melanda kawasan, menewaskan dua orang penghuni serta melukai dua lainnya. (HO/Info Bencana Balikpapan) 

TITIKNOL.ID, BALIKPAPAN – Pemerintah Kelurahan Muara Rapak bersama jajaran Pemkot Balikpapan menyampaikan duka mendalam atas musibah robohnya rumah warga di Jalan Batu Butok No. 48, RT 60, Muara Rapak, Balikpapan, Kalimantan Timur pada Minggu (19/10/2025) dini hari.

Dari bencana ini menewaskan dua orang dan melukai dua lainnya.

Lurah Muara Rapak, Bima Wibisono, mengungkapkan bahwa pihak kelurahan langsung turun tangan sejak awal kejadian, melakukan pendataan, serta berkoordinasi dengan BPBD, TNI, Polri, dan RT setempat.

“Kami menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya. Semoga almarhum diberi tempat terbaik di sisi-Nya, dan keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan,” ucap Bima.

Bima menjelaskan, berdasarkan laporan dari BPBD, drainase di kawasan tersebut sebenarnya berfungsi normal.

Namun, penyebab utama robohnya rumah adalah karena kondisi bangunan yang memang sudah rapuh.

“Dinding sudah kropos, fondasi lemah, dan struktur bangunan tidak seimbang. Pemilik rumah sebenarnya sudah pernah diingatkan untuk pindah karena kondisinya membahayakan,” jelasnya.

Jangan Abaikan Tanda Bahaya

Musibah ini, kata Bima, harus menjadi peringatan keras bagi warga yang tinggal di kawasan lereng dan perbukitan. Ia mengimbau agar masyarakat waspada, terutama saat musim hujan tiba.

“Kalau ada tanda-tanda tanah bergerak, muncul retakan, atau perubahan kontur, jangan tunggu, langsung lapor ke RT, kelurahan, atau BPBD. Jangan sampai kejadian ini terulang,” tegasnya.

Selain proses evakuasi korban, pihak kelurahan juga mengimbau warga sekitar lokasi untuk melakukan kerja bakti membersihkan puing serta memperkuat fondasi rumah masing-masing.

BPBD pun tetap bersiaga di lokasi untuk memantau potensi longsor susulan.

“Kami sudah minta warga untuk ikut membersihkan sisa reruntuhan, sekaligus memperkuat rumah mereka. Semua tetap dalam pemantauan,” tambahnya.

Sebagai langkah ke depan, Kelurahan Muara Rapak akan berkoordinasi dengan pihak kecamatan dan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Balikpapan untuk membahas pembangunan tembok penahan tanah (retaining wall) di wilayah rawan seperti RT 60.

Baca Juga:   Bawaslu Balikpapan di Pilkada 2024, Kampanye tak Berizin Mendorong untuk Praktik Politik Uang

“Kami ingin ada penanganan permanen, bukan cuma reaktif. Ini bentuk tanggung jawab agar keselamatan warga lebih terjamin,” tutup Bima.

Dua Nyawa Melayang

Malam mencekam menyelimuti kawasan Muara Rapak, Balikpapan, Kalimantan Timur, saat sebuah rumah di Jalan Batu Butok RT 60 ambruk diterjang hujan deras dan angin kencang, Minggu (19/10/2025) dini hari.

Insiden memilukan ini menelan dua korban jiwa dan menyebabkan dua lainnya luka-luka.

Rumah milik Bujang Said yang berada di lereng kontur tanah labil tiba-tiba roboh sekitar pukul 01.30 Wita, menimpa empat anggota keluarga yang tengah berada di dalamnya.

“Tiba-tiba rumah ambruk sekitar jam setengah dua malam. Warga panik karena tidak ada tanda-tanda longsor sebelumnya,” ujar Ketua RT 60, Lufi Adi, menggambarkan suasana kepanikan yang terjadi saat itu.

Empat penghuni rumah merupakan satu keluarga. Dua di antaranya berhasil selamat, yakni Indriani Saila (18) dan Molina (8).

Sementara dua lainnya, Nurlela (45), istri pemilik rumah dan Amanda (16) putri mereka meninggal dunia di lokasi kejadian.

Kedua korban tewas telah dievakuasi ke Rumah Sakit Kanujoso Djatiwibowo (RSKD) untuk proses identifikasi dan penyerahan kepada pihak keluarga.

Korban selamat saat ini masih menjalani perawatan intensif akibat luka-luka yang diderita.

Menurut Lufi, struktur tanah di kawasan Batu Butok memang rawan longsor, apalagi saat diguyur hujan berkepanjangan.

Ini bukan kejadian pertama, sebelumnya sempat ada rumah lain yang roboh, meskipun saat itu dalam keadaan kosong.

“Tanah di sini memang mudah bergeser, apalagi kalau hujan turun terus-menerus. Kami sudah beberapa kali khawatir akan hal seperti ini,” katanya.

Pasca kejadian, tim dari BPBD Balikpapan dan para relawan langsung turun ke lokasi untuk melakukan pemantauan serta mengantisipasi longsor susulan. Petugas juga terus berjaga karena hujan masih sering turun.

Baca Juga:   Kekerasan Asusila di Kaltim Meningkat, Warga mesti Bijak Memakai Media Sosial

Warga berharap pemerintah segera bertindak, terutama dengan melakukan penataan ulang drainase serta penguatan tebing di kawasan rawan.

“Kami takut kejadian ini terulang lagi. Banyak rumah di tepi lereng, kondisinya mirip. Harus ada upaya pencegahan nyata,” tegas Lufi. (*)