TITIKNOL.ID, SAMARINDA – Koperasi Desa atau Kelurahan Merah Putih yang resmi diluncurkan pada 21 Juli lalu, hingga kini masih menghadapi kendala utama: keterbatasan modal.
Padahal koperasi ini digadang-gadang sebagai wadah inovatif dalam pengembangan ekonomi masyarakat berbasis desa dan kelurahan.
Sayangnya, dukungan pembiayaan yang diharapkan dari Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) belum juga terealisasi.
Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (DPPKUKM) Provinsi Kalimantan Timur, Heni Purwaningsih, mengakui bahwa tantangan yang dihadapi koperasi cukup kompleks.
“Bank Himbara memang perlu berhati-hati dalam menyalurkan modal kepada koperasi, karena harus ada manajemen risiko yang baik,” ujar Heni saat dikonfirmasi, Senin (20/10/2025).
Menurut Heni, kehati-hatian perbankan dapat dimaklumi. Pasalnya, sebagian besar Koperasi Merah Putih belum memiliki aset maupun kegiatan usaha aktif yang bisa dijadikan jaminan pengembalian dana.
Saat ini, koperasi-koperasi tersebut masih dalam tahap penyusunan proposal bisnis dan belum menunjukkan aktivitas usaha yang layak dinilai kelayakannya oleh bank.
“Sulit bagi bank untuk menilai kelayakan usaha yang masih merintis dan belum punya rekam jejak operasional,” tuturnya.
Melihat kondisi ini, pemerintah pusat mengambil langkah strategis untuk mempercepat operasional koperasi melalui pembangunan gerai koperasi di berbagai daerah.
Gerai ini nantinya akan menjadi modal kerja awal berupa toko siap pakai yang sudah dilengkapi dengan barang dagangan.
“Pemerintah membangun gerai-gerai yang nantinya menjadi modal kerja, modal usaha, atau bahkan investasi awal bagi koperasi,” kata Heni.
Sebagai bagian dari program nasional, peletakan batu pertama pembangunan gerai telah dilakukan serentak di 800 titik seluruh Indonesia pada 17 Oktober 2025 lalu.
Di Kalimantan Timur sendiri, terdapat 16 koperasi yang masuk dalam skema pembangunan tersebut.
Heni menambahkan, dengan hadirnya gerai, koperasi bisa langsung menjalankan kegiatan usaha tanpa perlu menunggu kucuran modal dari bank.
“Jadi koperasinya tinggal menjalankan gerai itu. Di situlah awal dari modal kerja mereka,” tutupnya. (*)












