Penajam

Pemkab PPU Dorong Pengarusutamaan Gender Lewat Gender Award Benuo Taka 2025

138
×

Pemkab PPU Dorong Pengarusutamaan Gender Lewat Gender Award Benuo Taka 2025

Sebarkan artikel ini

TITIKNOL.ID, PENAJAM – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) menyatakan komitmennya terhadap kesetaraan gender melalui kegiatan Gender Award Benuo Taka 2025, yang dibuka secara resmi oleh Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setkab PPU, Nicko Herlambang, mewakili Bupati PPU, di Lantai 3 Kantor Bupati, Rabu (22/10/2025).

Program yang merupakan inisiatif pemerintah pusat ini menjadi salah satu bentuk pelaksanaan pengarusutamaan gender (PUG) di tingkat daerah.

Menurut Nicko, penerapan PUG tidak hanya sebatas program, tetapi merupakan strategi pembangunan untuk memastikan setiap warga, baik laki-laki maupun perempuan, memiliki akses, partisipasi, kontrol, dan manfaat yang sama terhadap hasil pembangunan.

“Dalam pelaksanaan pembangunan daerah, aspek pengarusutamaan gender harus menjadi perhatian. Kita melihat banyak peran perempuan dalam pengembangan UMKM, lembaga PAUD dengan inovasi menarik, hingga apresiasi terhadap pelestarian muatan lokal seperti bahasa Paser. Mereka menjadi teladan kita dalam Gender Award 2025,” ujarnya.

Nicko menambahkan, komitmen terhadap kesetaraan dan keadilan gender menjadi semakin penting di tengah transformasi PPU sebagai gerbang Ibu Kota Nusantara (IKN).

Karena itu, diperlukan pemahaman yang sama di seluruh tingkatan pemerintahan, termasuk desa dan kelurahan, agar prinsip PUG benar-benar diterapkan hingga ke akar rumput.

“Kegiatan ini juga menjadi sarana sosialisasi untuk menyamakan pemahaman, terutama bagi para pemangku kebijakan di tingkat desa dan kelurahan, melalui program seperti Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak (DRPPA) atau Ruang Bersama Indonesia (RBI),” jelasnya.

Pada kesempatan itu, Pemkab PPU melalui DP3AP2KB juga memberikan Penghargaan Gender Award Benuo Taka 2025 kepada individu dan organisasi yang dinilai berkontribusi dalam mendorong kesetaraan gender di berbagai bidang.

Nicko menyebut para penerima penghargaan adalah contoh nyata bahwa perjuangan kesetaraan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga seluruh lapisan masyarakat.

Baca Juga:   ABI dan Mitra Kunjungan Studi Evaluasi Input Teknologi Budidaya Padi di Lahan Sulfat Masam di PPU

“Kami berharap penghargaan ini memicu semangat baru agar semakin banyak pihak baik dari ASN, swasta, maupun masyarakat sipil menjadi agen perubahan dalam pengarusutamaan gender,” pungkas Nicko.

(TN01)