TITIKNOL.ID, PENAJAM – Dinas Perikanan dan Kelautan (DKP) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) konsen terhadap permasalahan stunting di wilayahnya.
Lewat program gerakan memasyaratkan makan ikan (gemarikan) dan lomba masak serba ikan (LMSI), instansi tersebut berupaya meningkatkan konsumsi ikan agar masyarakat sehat, cerdas, dan bebas stunting.
Hal ini disampaikan Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan PPU, Rozihan Asward, kepada wartawan, Kamis (23/10/2025).
Rozihan menyampaikan bahwa tingkat konsumsi ikan di PPU saat ini mencapai 58 kilogram per kapita per tahun, sedikit menurun dibanding sebelumnya yang sebesar 59,6 kilogram per kapita.
Menurut Rozihan, segala bentuk edukasi tentang gizi dan manfaat ikan melalui berbagai pogram, seharusnya bukan sekadar ajang formalitas.
“Edukasi soal manfaat ikan jangan cuma berhenti di acara. Kita ingin masyarakat terbiasa makan ikan setiap hari, karena kandungan proteinnya tinggi dan baik untuk pertumbuhan anak,” ujar Rozihan.
Selain itu, kata Rozihan, ikan dapat bisa diolah menjadu beragam menu masakan menarik. Seperti lewat lomba masak serba ikan (LSMI) yang sudah terlaksana, banyak inovasi menu bisa diterapkan di rumah makan maupun dikembangkan menjadi usaha kuliner.
“Jangan hanya dijadikan lintasan. Menu untuk balita, kudapan, hingga masakan keluarga, inovasi tersebut bagus didorong ke pasaran,” kata Rozihan.
Rozihan menambahkan, pemerintah daerah juga berencana membangun rest area di wilayah Waru yang nantinya dapat menjadi tempat promosi produk olahan ikan khas PPU.
“Kalau ada wadah seperti rest area, produk kita bisa dikenal lebih luas. Orang yang singgah bisa mencicipi kuliner serba ikan khas daerah kita,” tuturnya.
Ia berharap kebiasaan makan ikan bisa menjadi gaya hidup masyarakat PPU. Selain menyehatkan, langkah ini juga membantu pemerintah dalam menurunkan angka stunting.
“Ikan ini kaya nutrisi dan gampang diolah. Kalau masyarakat gemar makan ikan, kita bisa wujudkan generasi yang sehat dan cerdas,” tandasnya.
(TN01)












