SendawarTitiknolKaltim

Bupati Kutai Barat Luruskan Isu Dana Endapan Rp3,2 Triliun, Bukan Dana Menganggur

50
×

Bupati Kutai Barat Luruskan Isu Dana Endapan Rp3,2 Triliun, Bukan Dana Menganggur

Sebarkan artikel ini
Dana APBD 2025. Isu mengenai dana endapan sebesar Rp3,2 triliun di Kabupaten Kutai Barat menjadi sorotan publik setelah Kementerian Keuangan mengumumkan adanya dana mengendap mencapai Rp234 triliun secara nasional.

TITIKNOL.ID, SENDAWAR – Isu mengenai dana endapan sebesar Rp3,2 triliun di Kabupaten Kutai Barat (Kubar) menjadi sorotan publik setelah Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengumumkan adanya dana mengendap mencapai Rp234 triliun secara nasional.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Kutai Barat, Frederick Edwin, memberikan klarifikasi.

Ia menegaskan bahwa dana tersebut bukanlah dana menganggur, melainkan bagian dari proses penyerapan anggaran yang masih berjalan sesuai rencana.

“Dana endapan senilai Rp3,2 triliun itu bukan dana yang tidak digunakan. Sebagian besar masih menunggu proses penyerapan,” beber Frederick, Jumat (24/10/2025).

Sebelumnya, Kemenkeu melaporkan ada 15 daerah di Indonesia yang memiliki dana mengendap dengan realisasi belanja APBD kuartal III 2025 yang tergolong lambat.

Dalam laporan tersebut, Kutai Barat berada di posisi ketujuh dengan total dana mengendap Rp3,2 triliun.

Dana Aktif dan Dana di Bank Indonesia

Frederick menjelaskan, dari total Rp3,2 triliun tersebut, sekitar Rp2,2 triliun merupakan dana aktif yang tersimpan di Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) pada Bankaltimtara.

Dana ini, katanya, siap diserap untuk berbagai kegiatan dan program pembangunan daerah.

Sementara Rp1 triliun lainnya merupakan Dana Treasury Deposit Facility (TDF) yang ditempatkan di Bank Indonesia (BI). Dana tersebut hanya bisa digunakan dalam kondisi tertentu sesuai kebijakan Kemenkeu.

“Jadi dana Rp2,2 triliun ada di kas daerah dan menunggu penyerapannya. Sementara Rp1 triliun dalam bentuk TDF di BI. Perlu digarisbawahi, dana ini bukan deposito,” tegasnya.

Fokus untuk Pembangunan Infrastruktur

Bupati Frederick juga menyampaikan bahwa pemerintah daerah terus berupaya mempercepat penyerapan anggaran, terutama untuk proyek-proyek infrastruktur strategis yang saat ini sedang dikerjakan.

Beberapa proyek yang tengah berjalan antara lain pembangunan Jembatan Aji Tulur Jejangkat (ATJ) di atas Sungai Mahakam yang menghubungkan Kecamatan Melak dan Kecamatan Muok Manaar Bulatn.

Baca Juga:   8 Fakta soal KPK Tetapkan Ketua Kadin Kaltim Dayang Donna jadi Tersangka Kasus Suap Izin Tambang

Selain itu, Pemkab Kubar juga menggarap proyek jalan sepanjang 19 kilometer yang menghubungkan Kampung Ombau dan Kampung Menjelew, pembangunan Pelabuhan Royoq, serta Kristen Center sebagai fasilitas publik baru.

“Kami berharap proses penyerapan anggaran bisa lebih cepat dan selesai sesuai target hingga akhir tahun ini,” pungkas Frederick. (*)