SamarindaTitiknolKaltim

Dana Probebaya Samarinda Aman di Tengah Efisiensi, Walikota Andi Harun Minta Komitmen 

63
×

Dana Probebaya Samarinda Aman di Tengah Efisiensi, Walikota Andi Harun Minta Komitmen 

Sebarkan artikel ini
Walikota Samarinda, Andi Harun, menegaskan bahwa penetapan APBD 2026 bukan sekadar urusan administrasi, melainkan cermin komitmen pemerintah terhadap arah pembangunan dan kualitas pelayanan publik kota.

TITIKNOL.ID, SAMARINDA – Di tengah kebijakan efisiensi fiskal nasional, Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda memastikan program unggulan Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat (Probebaya) tetap berjalan tanpa gangguan.

Wali Kota Samarinda Andi Harun menegaskan bahwa meskipun terjadi pemangkasan Dana Transfer ke Daerah (TKD), anggaran untuk Program Probebaya tetap aman hingga tahun 2026.

“Aman, karena itu bagian dari belanja yang menunjang kegiatan ekonomi masyarakat. Saya sudah tekankan tiga prioritas utama: pelayanan dasar, pelayanan publik, dan belanja penunjang kegiatan ekonomi masyarakat,” ujar Andi Harun saat ditemui baru-baru ini (23/10/2025).

Ia menambahkan, keberlanjutan Probebaya sudah dikunci dalam struktur belanja daerah tahun 2026, sehingga tidak akan terdampak kebijakan efisiensi.

“Probebaya sudah kita amankan. Dana pembangunan ini akan beredar di masyarakat dan diharapkan menjadi stimulus untuk menjaga kualitas pertumbuhan ekonomi daerah,” lanjutnya.
 
Program Gotong Royong dari Skala RT

Probebaya merupakan salah satu ikon pembangunan kolaboratif Kota Samarinda sejak awal masa kepemimpinan Andi Harun. 

Mengusung semangat bebaya, istilah dari bahasa Kutai yang berarti gotong royong program ini berfokus pada pembangunan dari skala terkecil, yaitu Rukun Tetangga (RT).

Setiap RT menerima alokasi dana sebesar Rp100 juta, dengan pembagian 60 persen untuk pembangunan infrastruktur lingkungan dan 40 persen untuk kegiatan pemberdayaan masyarakat.

Skema ini dirancang agar pembangunan fisik dan penguatan ekonomi warga dapat berjalan seimbang.

Menurut Andi Harun, ide Probebaya lahir dari hasil kajian panjang terhadap akar persoalan pembangunan di tingkat bawah.

Salah satu contohnya adalah keterbatasan biaya pendidikan anak di keluarga berpenghasilan rendah.

Melalui dana pemberdayaan, pemerintah bisa memetakan kebutuhan warga dan memberikan intervensi yang tepat berbasis partisipasi masyarakat.

Baca Juga:   Komisi II Dorong Belanja Infrastruktur Vital Kota

“Probebaya bukan hanya soal pengentasan kemiskinan, tetapi juga tentang membangun kemandirian ekonomi warga. Misalnya melalui pelatihan menjahit bagi ibu-ibu rumah tangga yang ingin berusaha,” ujarnya.
 
Dijaga dengan Pengawasan dan Apresiasi

Agar berjalan efektif dan transparan, Pemkot Samarinda menempatkan pengawasan dan evaluasi sebagai kunci utama dalam pelaksanaan program.

Monitoring dilakukan secara berkala di setiap RT untuk memastikan anggaran digunakan sesuai tujuan.

Sebagai bentuk apresiasi, Pemkot juga memberikan Probebaya Award, penghargaan tahunan bagi RT yang dinilai inovatif dan berprestasi dalam pengelolaan dana program.

“Penghargaan ini diberikan kepada RT yang menunjukkan kinerja terbaik dalam pelaksanaan Probebaya,” tutup Andi Harun. (*)