SamarindaTitiknolKaltim

Ironi di Hotel Bumi Senyiur Samarinda, Hydrant Mati dan Tanpa Sprinkler Pasca-kebakaran

36
×

Ironi di Hotel Bumi Senyiur Samarinda, Hydrant Mati dan Tanpa Sprinkler Pasca-kebakaran

Sebarkan artikel ini
HOTEL SENYIUR TERBAKAR - Sebuah insiden kebakaran melanda salah satu kamar tamu di Hotel Bumi Senyiur Samarinda pada Rabu, 29 Oktober 2025, sekitar pukul 07.08 Wita. Seluruh tamu yang menginap segera dievakuasi ke hotel lain, dan operasional Hotel Bumi Senyiur, Kota Samarinda, Kalimantan Timur, ditutup sementara waktu.

TITIKNOL.ID, SAMARINDA – Sebuah insiden kebakaran melanda salah satu kamar tamu di Hotel Bumi Senyiur Samarinda pada Rabu, 29 Oktober 2025, sekitar pukul 07.08 Wita.

Seluruh tamu yang menginap segera dievakuasi ke hotel lain, dan operasional Hotel Bumi Senyiur, Kota Samarinda, Kalimantan Timur, ditutup sementara waktu.

Carollyne Yevado Tohjoyo, Marcomm Manager Hotel Bumi Senyiur Samarinda, membenarkan adanya insiden tersebut.

Menurutnya, api berhasil dikendalikan dengan cepat berkat kesigapan tim fire brigade hotel yang bekerja sama dengan Pemadam Kebakaran Kota Samarinda.

Saat ini, seluruh tamu dan karyawan dalam kondisi aman.

“Kami bersyukur tidak ada laporan korban jiwa maupun luka-luka akibat peristiwa tersebut,” ungkap Carollyne.

Sebagai langkah antisipatif dan menjamin kenyamanan tamu, manajemen mengambil tindakan cepat:

Evakuasi Sementara: Tamu dari area terdampak segera dievakuasi.

Akomodasi Pengganti: Seluruh tamu yang masih menginap telah dipindahkan dan diakomodasi ke Hotel Puri Senyiur Samarinda.

Penutupan Operasional: Operasional Hotel Bumi Senyiur ditutup sementara waktu untuk proses investigasi, pembersihan, dan pemeriksaan menyeluruh terhadap area yang terdampak.

Manajemen Hotel Bumi Senyiur menyampaikan terima kasih atas respons cepat dari petugas pemadam kebakaran, relawan, aparat keamanan, dan semua pihak yang membantu mengendalikan situasi.

Penyelidikan Asal Api 

Pusat api diketahui berasal dari salah satu kamar tamu di lantai dua. Namun, penyebab pasti kebakaran masih dalam tahap investigasi oleh pihak berwenang.

Manajemen hotel berkomitmen penuh untuk mendukung proses penyelidikan.

Sementara itu, setelah api berhasil dipadamkan, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkar) Kota Samarinda, Hendra AH, mengungkapkan sejumlah temuan terkait standar proteksi kebakaran di hotel tersebut.

Hendra AH, yang memimpin langsung pengerahan lima posko damkar ditambah unit mobil tangga, mencatat beberapa kendala dan temuan non-standar:

  • Asap Tebal:
Baca Juga:   Polresta Samarinda Musanahkan 109,61 Gram Sabu dan 1.316 Butir Ekstasi

Asap yang sangat pekat di dalam hotel, terutama lantai dua, menyulitkan tugas pemadaman, sehingga petugas khusus harus dikerahkan menggunakan Breathing Apparatus (Oksigen).

  • Hydrant dan Sprinkler:

“Setelah tim kami melakukan pengecekan, hydrant tidak berfungsi otomatis, dan di seluruh ruangan tidak ditemukan sprinkler pemadam (sistem pemadam kebakaran otomatis),” jelas Hendra.

Menanggapi temuan Disdamkar, Carollyne Yevado Tohjoyo menyatakan bahwa temuan mengenai sistem sprinkler masih dalam tahap investigasi dengan pihak terkait.

Hendra AH menegaskan, “Seharusnya hydrant di tempat-tempat publik, standar proteksi kebakarannya harus bagus.”

Manajemen Hotel Bumi Senyiur menutup pernyataannya dengan permohonan pengertian serta dukungan dari seluruh pihak selama proses investigasi dan pemulihan. (*)