Penajam

Bupati PPU Buka Festival Belian Adat Paser Nondoi 2025, Ajak Masyarakat Merawat dan Melestarikan Budaya Lokal

32
×

Bupati PPU Buka Festival Belian Adat Paser Nondoi 2025, Ajak Masyarakat Merawat dan Melestarikan Budaya Lokal

Sebarkan artikel ini
Bupati PPU Mudyat Noor buka festival Belian Adat Paser Nondoi 2025

TITIKNOL.ID, PENAJAM – Festival budaya tahunan daerah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Belian Adat Paser Nondoi Tahun 2025 kembali digelar bertemakan “Jakit Aso Erai Siret, Dalai Aso Erai Urai”.

Bupati PPU, Mudyat Noor secara resmi membuka kegiatan yang berlangsung meriah di Rumah Adat Rekan Tatau, Senin (3/11/2025). Sebelum pembukaan, disuguhkan pertunjukan tari-tarian dari berbagai paguyuban sanggar seni di wilayah Benuo Taka.

Mudyat Noor dalam sambutannya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para pemangku adat, tokoh adat, seniman, budayawan dan seluruh masyarakat PPU yang telah berpartisipasi dan turut serta menjaga tradisi Belian Adat Nondoi dengan penuh ketulusan hingga bisa menjadi agenda rutin setahun sekali.

“Melalui Festival Belian Adat Paser Nondoi ini, saya mengajak kita semua untuk bersama-sama melestarikan dan merawat kebudayaan lokal sebagai bagian dari identitas jati diri bangsa,” ucapnya.

Bupati PPU Mudyat Noor buka festival Belian Adat Paser Nondoi 2025

Festival budaya yang berlangsung pada 3-8 November 2025 ini, kata Mudyat menjadi titik awal bagi daerah untuk memperkuat identitas sekaligus berupaya melestarikannya.

“Festival ini bukan sekadar pertunjukkan budaya, namun juga bentuk penghormatan kita kepada warisan leluhur terhadap nilai-nilai yang telah menjaga harmoni antara manusia, alam, dan Sang Pencipta,” tuturnya.

Disamping itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) PPU, Andi Israwati Latief mengatakan tema kali ini memiliki makna selaras dengan Bhineka Tunggal Ika, yang menggambarkan sebuah tekad besar dan kearifan lokal dimana tercipta keragaman dalam ikatan persatuan dengan toleransi tinggi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Festival Nondoi tahun ini pula merupakan titik awal di era kepemimpinan Bapak Bupati Mudyat Noor selaku pimpinan daerah, mudahan festival ini mampu memberikan gambaran mengenai kebudayaan Paser dan keragaman suku budaya yang ada di PPU,” ucapnya.

Baca Juga:   Gempa Guncang Berau hingga Tanjung Selor, BMKG Ingatkan Warga Jangan Panik

Dalam pengembangan kebudayaan, pihaknya bersama mitra kebudayaan seperti lembaga adat Paser dan paguyuban suku seni dan budaya, sedikit banyak memberi sentuhan warna kebudayaan di daerah, hingga mampu menorehkan prestasi gemilang baik di tingkat provinsi maupun nasional.

Dengan ini, Mudyat berharap gelaran adat budaya Belian Adat Paser Nondoi dapat terus berlanjut dari tahun ke tahun dengan kegiatan yang lebih baik dan lebih besar hingga mendatangkan tamu-tamu istimewa baik dalam negeri maupun mancanegara.

“Saya harap budaya kita tidak habis terkikis, sebab ia merupakan sejarah. Karena itu ada pribahasa berbunyi Jas Merah (jangan pernah melupakan sejarah). Melalui Festival adat ini mengingatkan kita semua bahwa darimana kita berasal,” tutup Mudyat.

(TN01)