SamarindaTitiknolKaltim

Waspada Badai dan Angin Kencang di Kaltim, BMKG Beber Masuk Puncak Musim Hujan

47
×

Waspada Badai dan Angin Kencang di Kaltim, BMKG Beber Masuk Puncak Musim Hujan

Sebarkan artikel ini
CUACA BALIKPAPAN 2025 - Ilustrasi cuaca berawan di kawasan Bukit Kebo, Kecamatan Balikpapan Utara, Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur pada 18 Oktober 2025.  (Titiknol.id/Dehen Bakena)

TITIKNOL.ID, SAMARINDA – Indonesia kini resmi memasuki periode puncak musim hujan, yang diperkirakan berlangsung antara November 2025 hingga Februari 2026. 

Sehubungan dengan hal tersebut, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan prospek cuaca mingguan yang berlaku mulai Jumat 7 November 2025 hingga Kamis 13 November 2025.

Dalam laporannya, BMKG memprediksi bahwa berbagai wilayah di Nusantara akan dilanda cuaca ekstrem berupa hujan lebat hingga sangat lebat, disertai potensi angin kencang.

BMKG menjelaskan, lonjakan pertumbuhan awan hujan di Indonesia disebabkan oleh kombinasi kompleks dari faktor atmosfer global, regional, hingga lokal yang menjaga atmosfer tetap labil.

Beberapa fenomena kunci yang berkontribusi terhadap cuaca ekstrem sepekan ke depan meliputi:

Dipole Mode Index (DMI) Negatif: Nilai DMI yang negatif (-1.94) menunjukkan pemanasan di perairan Samudera Hindia timur.

Kondisi ini meningkatkan aliran uap air ke Indonesia bagian barat, memicu pembentukan awan hujan masif.

La Nina Lemah: Fenomena ini meningkatkan pasokan uap air dari Samudra Pasifik menuju wilayah Indonesia.

MJO Aktif: Aktivitas Madden–Julian Oscillation (MJO) saat ini berada di fase 5 (Maritime Continent) dan diprediksi aktif di sebagian besar Sumatera dan Jawa, meningkatkan potensi hujan signifikan.

Gelombang Atmosfer: Terpantau Gelombang Rossby Ekuator aktif di wilayah Sumatera bagian selatan hingga Jawa Barat, dan Gelombang Kelvin aktif dari Aceh hingga Sulawesi dan Maluku Utara, keduanya memicu pertumbuhan awan konvektif.

Siklon Tropis Fung-Wong: Meskipun berada jauh di Samudera Pasifik timur Filipina, siklon ini membentuk daerah pertemuan angin (konvergensi) yang memicu sirkulasi siklonik di sekitar Banten, Bengkulu, dan Maluku bagian selatan.

Waspada Bencana Hidrometeorologi

BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap perubahan cuaca ekstrem yang dapat berubah sewaktu-waktu.

Baca Juga:   DPRD PPU Nilai Kurangnya Pendampingan Bagi Petambak Sebabkan Budidaya Ikan Jadi Tak Maksimal

Kewaspadaan harus ditingkatkan terutama bagi mereka yang beraktivitas di luar ruangan atau berencana melakukan perjalanan.

Peringatan Utama: Masyarakat diminta untuk siaga dan mewaspadai potensi bencana hidrometeorologi, seperti banjir, banjir bandang, dan tanah longsor, yang dapat terjadi kapan saja.

Daftar Wilayah Paling Berisiko Hujan Lebat dan Angin Kencang (7-13 November 2025)

Berikut adalah daftar wilayah yang diprediksi berpotensi dilanda hujan lebat hingga sangat lebat (kategori siaga) dan angin kencang:

A. Periode Jumat (7/11) hingga Minggu (9/11/2025):

Potensi Bahaya
Wilayah Berisiko Tinggi
Hujan Lebat-Sangat Lebat (Siaga)
Aceh, Bengkulu, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Sulawesi Barat, Papua Pegunungan, Papua Selatan.
Angin Kencang
Aceh, Sumatera Barat, Lampung, Jawa Barat, Sulawesi Utara, Maluku Utara, Papua.
Peningkatan Hujan Sedang
Sumatera Utara, Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Lampung, Jakarta, NTB, NTT, Kalimantan (semua provinsi), Sulawesi (semua provinsi kecuali Sulbar), Maluku Utara, Maluku, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Tengah.

B. Periode Senin (10/11/2025) hingga Kamis (13/11/2025):

Potensi Bahaya
Wilayah Berisiko Tinggi
Hujan Lebat-Sangat Lebat (Siaga)
Kepulauan Bangka Belitung, DI Yogyakarta, Papua Tengah, Papua Pegunungan, Papua, Papua Selatan.
Angin Kencang
Kalimantan Timur.
Peningkatan Hujan Sedang
Aceh, Sumatera Utara, Riau, Jambi, Bengkulu, Lampung, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, NTB, NTT, Kalimantan (semua provinsi), Sulawesi (semua provinsi), Maluku Utara, Maluku, Papua Barat Daya, Papua Barat.
 
Untuk memantau perkembangan cuaca terkini, masyarakat diimbau untuk selalu mengakses laman resmi BMKG atau aplikasi InfoBMKG. (*)