TITIKNOL.ID, SAMBOJA – Sebuah insiden kebakaran dilaporkan melanda gudang milik PT Samator di Jalan Bukit Soeharto Km 29, RT 21, Kecamatan Samboja Barat, Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur.
Peristiwa ini terjadi pada Jumat (28/11/2025) pagi, mengoreksi informasi awal yang menyebutkan waktu kejadian siang hari.
Konfirmasi resmi disampaikan oleh Kapolsek Samboja, AKP Sarlendra Satria Yudha. “Kebakaran terjadi sekitar pukul 09.00 Wita,” ungkap Sarlendra saat dikonfirmasi, menjelaskan bahwa objek yang terbakar adalah bagian gudang yang berada di area pabrik gas Samator.
Lokasi pabrik strategis ini berada tepat di Jalan Soekarno–Hatta, jalur poros utama yang menghubungkan Balikpapan dan Samarinda.
Beruntung, api berhasil dikuasai dengan cepat. Proses penanganan dilakukan oleh tim Pemadam Kebakaran setempat yang bekerja sama dengan petugas pengamanan internal area pabrik.
Meskipun demikian, insiden ini sempat menyebabkan jatuhnya korban. Satu orang pekerja dikonfirmasi mengalami luka bakar ringan.
“Korban sudah dievakuasi dan segera mendapatkan perawatan medis. Kondisinya saat ini dilaporkan stabil dengan cedera ringan,” jelas Sarlendra.
Penyelidikan Menunggu Tim Forensik
Untuk mengungkap penyebab pasti kebakaran, pihak kepolisian telah mengambil langkah-langkah awal. Polsek Samboja telah memeriksa sejumlah saksi di sekitar lokasi kejadian.
Saat ini, penanganan memasuki tahap teknis lebih lanjut. “Personel kami sudah melakukan koordinasi di lapangan. Kami menunggu kedatangan tim dari Polres Kutai Kartanegara untuk segera melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP),” tambah Kapolsek.
Proses olah TKP ini akan melibatkan tim identifikasi dan forensik untuk menelusuri sumber awal api, serta mendalami dugaan adanya unsur kelalaian atau faktor teknis yang memicu insiden di fasilitas penyimpanan bahan bertekanan tersebut.
Pihak berwajib memastikan bahwa meskipun terjadi di area industri gas, situasi di jalur poros Balikpapan–Samarinda disebut aman dan tidak terjadi gangguan signifikan pada arus lalu lintas.
Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi insiden serupa di kawasan industri. (*)












