TITIKNOL.ID, PENAJAM – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) terus berupaya meningkatkan budaya literasi di tengah masyarakat yang dinilai mengalami penurunan minat baca akibat perkembangan teknologi dan kemudahan akses informasi digital.
Kepala Dinas (Kadis) Perpustakaan dan Arsip PPU Fatmawati, mengatakan pentingnya peran perpustakaan sebagai pusat kecerdasan masyarakat. Perpustakaan tidak hanya menjadi tempat penyimpanan buku, tetapi juga ruang untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan berpikir kritis masyarakat.
”Kita melihat adanya degradasi budaya membaca di tengah masyarakat. Karena itu, perpustakaan harus menjadi tempat yang mampu mengisi dan meningkatkan kecerdasan masyarakat,” ujar Jumat (12/06/2026).
Kata dia untuk menumbuhkan minat baca, pigaknya telah menjalankan berbagai program jemput bola, salah satunya melalui layanan perpustakaan keliling yang menyasar sekolah-sekolah. Program ini mendapat sambutan positif dari para siswa yang terlihat antusias membaca buku di lingkungan sekolah.
”Bahkan ada anak-anak yang membaca di halaman sekolah dengan penuh semangat. Aktivitas seperti ini menunjukkan bahwa minat baca di kalangan pelajar sebenarnya masih cukup baik dan perlu terus didorong,” katanya.
Menurutnya, budaya literasi sejak usia dini sangat penting karena menjadi fondasi dalam membentuk kemampuan berpikir kritis dan pengambilan keputusan yang baik berdasarkan informasi yang diperoleh melalui kegiatan membaca.
Meski demikian, perkembangan teknologi juga menjadi tantangan tersendiri. Kehadiran telepon pintar dan berbagai aplikasi hiburan membuat buku mulai ditinggalkan oleh sebagian masyarakat, khususnya generasi muda.
Menjawab tantangan tersebut, Dinas Perpustakaan PPU tengah merancang program perpustakaan digital yang memungkinkan masyarakat mengakses buku secara lebih mudah melalui perangkat yang mereka miliki.
Rencananya, sejumlah titik strategis akan dipasang kode QR atau barcode yang dapat dipindai menggunakan telepon pintar. Melalui sistem tersebut, masyarakat dapat langsung mengakses koleksi buku digital yang terhubung dengan layanan perpustakaan.
”Jadi masyarakat cukup memindai barcode untuk membuka dan membaca buku secara digital. Ini menjadi salah satu upaya agar teknologi justru dimanfaatkan untuk meningkatkan literasi,” jelasnya.
Program tersebut saat ini masih dalam tahap perencanaan dan penjajakan dukungan pendanaan. Dinas Perpustakaan juga membuka peluang kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk perusahaan-perusahaan yang beroperasi di wilayah PPU.
Menurutnya, upaya mencerdaskan kehidupan bangsa tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah atau institusi pendidikan semata, tetapi juga membutuhkan kolaborasi seluruh elemen masyarakat.
”Kalau perpustakaan sudah berupaya, tetapi masyarakat dan pihak lain tidak ikut mengambil peran, tentu hasilnya tidak akan maksimal. Budaya literasi harus dibangun bersama-sama agar semakin berkembang di PPU,” pungkasnya. (TN02)
Tingkatkan Minat Baca Masyarakat, Dinas Perpustakaan PPU Gencarkan Literasi Digital












