BalikpapanTitiknolKaltim

Banjir Jalan MT Haryono Balikpapan, Kekecewaan Tahunan Warga di Tengah Janji Perbaikan Drainase

25
×

Banjir Jalan MT Haryono Balikpapan, Kekecewaan Tahunan Warga di Tengah Janji Perbaikan Drainase

Sebarkan artikel ini
BALIKPAPAN DIRENDAM BANJIR - Kondisi banjir melanda di sepanjang Jalan MT Haryono, Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur pada Sabtu 29 November 2025. DPRD Balikpapan mengajak untuk membangun komitmen bersama antara pemerintah, pengembang, dan masyarakat, karena Balikpapan adalah kota bersama yang memerlukan keterlibatan semua pihak dalam menangani persoalan banjir.

Balikpapan kembali lumpuh! Hujan deras sepanjang pagi membawa serta kekecewaan lama warga Balikpapan. Banjir setinggi hampir satu meter, memutus total arus lalu-lintas

TITIKNOL.ID, BALIKPAPAN – Hujan deras yang mengguyur Kota Balikpapan sejak Sabtu (29/11/2025) pagi hingga siang hari kembali melumpuhkan sejumlah ruas jalan utama di Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur.

Termasuk kawasan padat Jalan MT Haryono. Banjir parah dengan ketinggian air hampir mencapai satu meter menyebabkan arus lalu-lintas di kawasan tersebut terputus total selama beberapa jam.

Genangan air menutupi hampir seluruh badan Jalan MT Haryono, membentang dari lampu merah Tugu Beruang Madu hingga Rumah Sakit Siloam.

Tak hanya itu, akses vital lain di Jalan Letkol Pol. H.M. Asnawi Arbain (Beje Beje) juga dilaporkan terendam dan tak bisa dilalui.

Tingginya air memaksa sejumlah pengendara memutar balik dan mencari jalur alternatif.

Sayangnya, beberapa kendaraan nekat menerobos dan akhirnya mogok, memicu perlambatan arus dan antrean panjang kendaraan. 

Pihak kepolisian segera bergerak cepat merespons situasi darurat ini.

Personel Batalyon A Pelopor Satbrimob Polda Kaltim langsung diterjunkan ke lokasi untuk membantu warga dan pengguna jalan yang terdampak.

Komandan Batalyon A Pelopor, Kompol Iwan Pamuji, menjelaskan bahwa tingginya curah hujan adalah pemicu utama meluapnya drainase hingga air merangsek masuk ke rumah warga.

“Kami tidak hanya membantu mengevakuasi warga terdampak, tapi juga memastikan mobilitas jalan tetap aman,” bebernya.

“Di titik-titik banjir yang cukup dalam, personel turut mengatur arus dan membantu pengendara yang motornya mogok,” ujar Kompol Iwan.

Selain menolong pengendara mogok, personel Brimob juga mendorong kendaraan yang terjebak dan memberikan pendampingan agar warga menjauh dari tebing atau saluran air yang berpotensi membahayakan.

Baca Juga:   Air Bersih Masih Jadi Keluhan Utama Warga Sotek

Dansat Brimob Polda Kalimantan Timur, Kombes Pol Andy Rifa’i, menegaskan bahwa personelnya akan terus bersiaga di titik-titik rawan hingga kondisi cuaca membaik.

“Air pasang kali ini berbeda dari biasanya. Saya mengimbau warga agar segera mengamankan diri ke tempat lebih tinggi, terutama jika genangan sudah mulai masuk ke rumah. Jangan menunggu sampai situasi makin berisiko,” tegas Kombes Pol Andy Rifa’i.

Saat hujan mengguyur dan genangan air belum sepenuhnya surut di beberapa kawasan.

Kejadian ini menjadi alarm tahunan bagi warga agar selalu waspada, tidak memaksakan kendaraan menerobos banjir, dan memantau kondisi cuaca.

Bagi warga, sampaikan aspirasi ke pihak Pemkot Balikpapan, mendorong untuk terus memperkuat perbaikan drainase, terutama di kawasan padat seperti Jalan MT Haryono.

Akar Masalah Drainase dan Tata Ruang

Persoalan banjir Balikpapan ini rupanya juga menjadi fokus Pemerintah Kota dan DPRD setempat.

Beberapa hari sebelumnya, Wakil Walikota Balikpapan, Bagus Susetyo, bersama Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) meninjau kondisi drainase di RT 3 dan RT 4 Kelurahan Graha Indah, Balikpapan Utara, menyusul laporan warga mengenai banjir yang sering melanda, khususnya saat hujan deras berbarengan dengan air laut pasang.

Bagus Susetyo menjelaskan bahwa saluran drainase di lokasi tersebut belum berfungsi maksimal karena mengalami sedimentasi tebal dan ukuran lebar yang tidak sesuai dengan kebutuhan aliran air.

“Salurannya ada, tetapi kapasitasnya belum maksimal. Sedimentasi tinggi, dan lebarnya belum sesuai. Itu yang membuat aliran tidak tertampung ketika hujan deras,” jelasnya.

Ia mengungkapkan, upaya pembangunan turap sitpel sebelumnya sempat terhambat karena penolakan warga. Karena itu, ia meminta masyarakat bersurat resmi agar rencana perbaikan dapat berjalan tanpa hambatan.

Sebagai langkah cepat, DPU akan melakukan normalisasi saluran menggunakan ekskavator mini. Pemkot juga menargetkan penyusunan rencana pembangunan Tempat Penampungan Pengendali Terpadu (TPPT) pada tahun depan, tergantung ketersediaan anggaran.

Baca Juga:   30 Calon Penyidik PNS Kehutanan dan Lingkungan Hidup Kaltara Jalani Diklat di Lemdiklat Reserse Polri Megamendung

“Kami mohon masyarakat bersabar. Semua ini kami tangani berdasarkan skala prioritas. Yang jelas, Graha Indah sudah masuk dalam rencana penanganan banjir jangka panjang,” imbuhnya.

Desak Bangun Bozem Sejak Tahap Izin

Di sisi lain, anggota Komisi III DPRD Balikpapan, Syarifuddin Oddang, menilai maraknya pembangunan perumahan menjadi faktor utama berkurangnya serapan air.

Ia pun mendesak pengembang atau developer untuk diwajibkan membangun bozem (bendungan pengendali banjir) dan sistem drainase sejak tahap perizinan.

Oddang mengkritik praktik pembangunan yang seringkali dilakukan terbalik, yaitu membangun unit rumah terlebih dahulu tanpa mengindahkan pembangunan bozem. Kondisi ini langsung berdampak pada masyarakat di kawasan hilir.

“Kalau dari awal dibuatkan bozemnya, dibuatkan drainasenya, itu jauh lebih efektif. Jangan tunggu banjir dulu baru ribut,” tegas Oddang.

DPRD Balikpapan saat ini tengah menyusun naskah akademik terkait penanganan banjir untuk menyamakan persepsi dan memastikan regulasi yang diterapkan adil bagi semua pihak.

Oddang menutup dengan ajakan untuk membangun komitmen bersama antara pemerintah, pengembang, dan masyarakat, karena Balikpapan adalah kota bersama yang memerlukan keterlibatan semua pihak dalam menangani persoalan banjir. (*)