TITIKNOL.ID, PENAJAM – Antusiasme warga di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) membludak pada operasi pasar murah yang digelar di halaman Kantor Desa Bukit Raya, Jumat (12/12/2025) pagi.
Warga datang lebih awal demi mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).
Operasi pasar ini merupakan inisiatif Otorita IKN atas arahan pemerintah pusat, dengan Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) melalui Diskukmperindag dan Dinas Ketahanan Pangan berperan sebagai fasilitator.
Kegiatan juga didukung Bank Indonesia (BI) Perwakilan Balikpapan yang menyosialisasikan QRIS sebagai sistem pembayarannya digital.
Kabid Perdagangan Diskukmperindag PPU, Marlina, menyebut warga mulai berdatangan jauh sebelum pembukaan resmi pukul 08.30 WITA.
“Warga datang sejak pukul 07.30. Antusias sekali,” ujarnya.
Operasi pasar berlangsung kondusif. Sejumlah komoditas tersedia dalam jumlah besar, termasuk minyak goreng, bawang merah, bawang putih, telur, tepung, cabai, wortel, hingga LPG sebanyak 200 tabung.
Harga yang ditawarkan juga di bawah harga pasar, yakni telur Rp60.000 per rak, tepung Rp12.000 per kg, bawang merah dan putih Rp38.000 per kg, gula Rp18.000, minyak Kita Rp15.700 per liter, gas LPG Rp23.000.
“Gas paling cepat habis. Satu jam saja sudah ludes. Yang datang siang tidak kebagian,” lanjut Marlina.
Ia menjelaskan, tidak ada pembatasan jumlah pembelian karena stok disiapkan dua kali lebih banyak dari operasi pasar sebelumnya, mengingat kebutuhan warga meningkat jelang Natal dan tahun baru.
“Ini sesuai permintaan OIKN. Persediaannya memang dilipatgandakan,” katanya.
Di lokasi kegiatan, Bank Indonesia juga melakukan sosialisasi penggunaan QRIS. Pembeli yang berbelanja di atas Rp50 ribu mendapat bonus minyak goreng satu liter. Hampir seluruh distributor dan pelaku usaha menyediakan QRIS, sementara masyarakat diajari langsung cara bertransaksi digital.
“Setengah pengunjung memakai QRIS. Ada yang belanja sampai Rp400 ribu. Karena harga lebih rendah dari pasar, mereka memanfaatkan kesempatan. Namun yang jelas, mereka masyarakat umum, bukan pengecer,” kata Marlina.
Setelah kegiatan pertama ini, OIKN kembali meminta Pemkab PPU memfasilitasi operasi pasar di dua titik berikutnya.
“Rencananya dibuka lagi di Telemow dan Maridan pada 16 Desember. Nanti ada sosialisasi QRIS juga, bahkan BI membuka layanan penukaran uang bersamaan dengan operasi pasar,” pungkasnya.
(TN01)












