Penajam

DPRD PPU Sayangkan Studi Tiru Desa Giripurwa ke Bali Saat Kebijakan Efisiensi

125
×

DPRD PPU Sayangkan Studi Tiru Desa Giripurwa ke Bali Saat Kebijakan Efisiensi

Sebarkan artikel ini
Ketua Komisi I DPRD PPU Ishaq Rahman

TITIKNOL.ID, PENAJAM – DPRD Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) melalui Komisi I menyoroti penggunaan anggaran Desa Giripurwa untuk kegiatan studi tiru ke Bali yang menelan nominal fantastis senilai Rp515 juta.

Kegiatan tersebut pun menuai perhatian publik lantaran dilakukan di tengah kebijakan efisiensi anggaran pemerintah, dengan pemberangkatan rombongan berjumlah 48 orang.

Ketua Komisi I DPRD PPU, Ishaq Rahman menilai, kebijakan pemerintah pusat maupun daerah sudah jelas mengarahkan penghematan anggaran, terutama untuk studi banding, perjalanan dinas, serta kegiatan seremonial.

“Komisi I menyayangkan apa yang dilakukan pemerintah desa dalam kondisi efisiensi menyeluruh, namun justru melakukan studi tiru ke luar daerah dengan rombongan,” ujar Ishaq, Selasa (16/12/2025).

Ia menegaskan, pemerintah daerah harus konsisten menegakkan regulasi yang berlaku, termasuk mendorong Inspektorat agar menjalankan fungsi pengawasan secara optimal melalui pemeriksaan menyeluruh terhadap pengelolaan dana desa tersebut.

“Kalau regulasi sudah ada, harus ditegakkan. Inspektorat harus memastikan pengelolaan keuangan desa sesuai aturan. Jangan sampai ini menjadi pintu masuk bagi desa lain untuk melakukan hal serupa,” tegasnya.

Menurut Ishaq, anggaran Rp515 juta untuk kegiatan selama empat hari tiga malam di Bali tergolong besar. Jika dialihkan untuk pembangunan desa, dampaknya dinilai akan lebih dirasakan langsung oleh masyarakat.

Selain itu, ia mengungkapkan informasi yang diterimanya menyebutkan bahwa kunjungan Desa Giripurwa ke Bali tidak disertai pendampingan atau bimbingan yang jelas, sehingga dikhawatirkan tidak menghasilkan manfaat konkret.

“Kalau tidak ada hasil yang dibawa, tanpa bimbingan yang jelas, tentu itu menjadi sia-sia,” tambahnya.

DPRD berharap polemik ini segera diselesaikan dengan mengedepankan keterbukaan informasi kepada publik.

Disebukan, proses klarifikasi yang dilakukan di Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) harus seger ditindaklanjuti oleh Inspektorat.

Baca Juga:   Gandeng Ekraf, Hadirkan Warna Baru di Festival Budaya Nondoi PPU

“Sudah klarifikasi di DPMD dan dilanjutkan ke Inspektorat, maka saya harap hasilnya disampaikan secara terbuka agar masyarakat tahu dan menjadi pembelajaran bagi seluruh desa di PPU,” ucapnya.

Di sisi lain, Kepala Desa Giripurwa, Habi Rudianto, menegaskan bahwa pelaksanaan studi tiru ke Bali merupakan bagian dari perencanaan desa yang sempat tertunda. Ia menyebut kegiatan tersebut dilaksanakan pada 23-26 Oktober 2025.

“Kami akan mengikuti prosesnya. Ini semua demi Desa Giripurwa. Lagipula, studi ini bertujuan agar desa menjadi lebih bersih,” kata Habi, dikonfirmasi usai memenuhi panggilan DPMD.

Ia menjelaskan, Desa Penglipuran di Bali menjadi rujukan utama, khususnya dalam hal kebersihan lingkungan dan peningkatan pendapatan desa.

“Kebersihan di Penglipuran luar biasa, begitu juga pendapatan desa mereka per tahun. Itu yang ingin kami contoh, agar desa kami juga bersih dan insyaallah mendatangkan rezeki,” jelas Habi.

Ia menambahkan, salah satu program yang akan diterapkan adalah peningkatan kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan melalui kerja sama antara pemerintah desa dan warga.

“Kita ingin pemdes dan masyarakat bekerja sama menjaga kebersihan. Jangan sampai membuang sampah sembarangan. Kan sudah terbukti, banyak pemasukan,” tandasnya.

(TN01)