Bukan cuma soal fisik! Dispora Kaltim resmi menggandeng PPKORI untuk memperkuat aspek sports science demi mengawal atlet Benua Etam menuju takhta tiga besar PON 2028. Simak strategi baru Kaltim dalam menjaga kesehatan dan mental juara para atletnya di sini
TITIKNOL.ID, SAMARINDA – Prestasi emas di dunia olahraga tidak hanya lahir dari latihan fisik yang keras, namun juga dukungan kesehatan yang mumpuni.
Menyadari hal tersebut, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) mulai memperkuat fondasi sports science demi mengejar target ambisius di kancah nasional.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dispora Kaltim, H. Muhammad Faisal, S.Sos, M.Si, secara resmi membuka Pelantikan Pengurus Provinsi Perhimpunan Pembina Kesehatan Olahraga Indonesia (PPKORI) Kaltim masa bakti 2024-2028.
Acara yang digelar di Aula Kantor Dispora, Gelora Kadrie Oening, Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur pada Sabtu (27/12/2025) ini dirangkai dengan pelatihan mengenai cedera olahraga, doping, dan psikologi atlet.
Dalam sambutannya, Muhammad Faisal menegaskan bahwa peran tenaga medis dan pembina kesehatan sangat krusial dalam ekosistem olahraga modern.
Ia menekankan bahwa PPKORI harus hadir mendampingi atlet sejak awal proses pembinaan, bukan hanya saat atlet mengalami cedera.
Kehadiran PPKORI sangat penting. Mereka harus mendampingi atlet sejak awal, bukan hanya saat cedera terjadi.
Dukungan ilmiah atau sports science yang mencakup manajemen gizi, kesehatan mental.
“Mitigasi risiko cedera adalah kunci agar masa keemasan atlet bertahan lama,” ujar Faisal.
Langkah ini, lanjut Faisal, sejalan dengan visi Gubernur Kaltim untuk membawa “Benua Etam” menembus posisi tiga besar pada PON 2028 mendatang.
Ada momen unik dalam prosesi pelantikan tersebut. Faisal tampak hadir mengenakan seragam Pramuka lengkap.
Sambil berseloroh, ia memohon maaf kepada hadirin karena harus langsung menuju lokasi acara setelah menghadiri agenda kepramukaan.
“Saya mohon maaf masih mengenakan pakaian Pramuka, karena kebetulan amanah saya juga sebagai salah satu Wakil Ketua Kwarda Pramuka Kaltim,” ungkapnya yang disambut hangat oleh tamu undangan, termasuk Ketua Umum PPKORI Pusat, dr. Hario Tilarso, Sp.KO, dan Ketua PPKORI Kaltim yang baru dilantik, dr. Sadiq Sahil.
Jangan Sia-sia karena Doping
Ketua Umum KONI Kaltim, Rusdiansyah Aras, turut memberikan apresiasi atas terbentuknya kepengurusan PPKORI yang baru.
Ia mengingatkan bahwa kesalahan dalam penanganan cedera bisa mematikan karier seorang atlet secara permanen.
Selain cedera, Rusdiansyah menyoroti pentingnya literasi anti-doping. “Jangan sampai perjuangan atlet Kalimantan Timur sia-sia hanya karena ketidaktahuan mengenai zat-zat terlarang. Pemahaman doping itu krusial,” tegasnya.
Terkait target besar di PON 2028, Rusdiansyah mengaku optimis meski tantangan anggaran selalu ada.
“Kami dipesankan oleh Kadispora, sekecil apa pun anggaran yang diberikan, kita harus optimis mengantarkan atlet menjadi juara. Target kita jelas, berkontribusi besar bagi Indonesia dan meraih posisi puncak di kancah nasional,” tambahnya.
Pelatihan Teknis Berstandar Nasional
Usai pelantikan, para praktisi olahraga langsung dibekali dengan pelatihan intensif yang menghadirkan pakar medis olahraga, dr. Hario Tilarso.
Materi difokuskan pada penanganan cedera terbaru, regulasi anti-doping terkini, serta penguatan mental bertanding.
Melalui sinergi antara Dispora, KONI, dan PPKORI, Kalimantan Timur berharap dapat mencetak atlet yang tidak hanya kuat secara fisik, tetapi juga cerdas secara medis dan tangguh secara psikologis demi mewujudkan semboyan “Atlet Kaltim Sehat, Kuat, dan Berprestasi.”
(*)












