Balikpapan

Penurunan Tarif Angkutan Udara Berkontribusi pada Deflasi di Kaltim versi Bank Indonesia 

273
×

Penurunan Tarif Angkutan Udara Berkontribusi pada Deflasi di Kaltim versi Bank Indonesia 

Sebarkan artikel ini
ANGKUTAN UDARA - Ilustrasi transportasi udara. BI Kaltim membeberkan, pada kelompok transportasi, kontribusi terhadap deflasi, didorong oleh penurunan tarif angkutan udara, Sabtu (3/8/2024). (Titiknol.id)

TITIKNOL.ID, BALIKPAPAN – Tingkat inflasi di Kalimantan Timur saat ini mengalami tren menurun dibanding dengan periode sebelumnya. 

Penurunan inflasi ini dianggap signifikan, Sabtu (3/8/2024). Hal ini disampaikan oleh Bank Indonesia Kalimantan Timur. 

Disebutkan, hitungan BI Kaltim, inflasi Kalimantan Timur pada Juli 2024 mencatatkan rekor paling rendah dalam dua tahun terakhir.

Baik itu secara bulanan, month to month maupun tahunan, year on year.

Mengacu pada data Indeks Harga Konsumen (IHK) gabungan dari empat kota di Kalimantan Timur di periode Juli 2024 menunjukkan deflasi sebesar 0,38 persen (mtm) atau 2,18 persen (yoy) dan 1,31 persen (ytd).

Demikian dijelaskan oleh Budi Widihartanto Kepala BI Kaltim, angka ini lebih dalam dibandingkan deflasi bulan sebelumnya tercatat sebesar 0,05 persen month to month dan juga lebih besar dari deflasi nasional sebesar 0,18 persen.

Kelompok pengeluaran yang memberikan kontribusi terbesar terhadap deflasi adalah kelompok makanan, minuman, dan tembakau, diikuti oleh kelompok transportasi.  

Deflasi Kaltim periode Juli 2024 utamanya oleh kelompok makanan, minuman, dan tembakau dengan andil deflasi sebesar -1,10 persen.

Komoditas lain seperti tomat, bawang merah, dan daging ayam ras menjadi penyumbang utama penurunan harga. 

Penurunan dipicu masa panen di daerah sentra Jawa Timur yang melimpah sehingga pasokan di pasaran mengalami peningkatan. 

Di sisi lain, penurunan harga daging ayam ras terjadi seiring dengan menurunnya permintaan masyarakat setelah momen Idul Adha. 

Pada kelompok transportasi, kontribusi terhadap deflasi, didorong oleh penurunan tarif angkutan udara.  

Peningkatan supply, transportasi udara melalui extra flight dan rute baru dari dan menuju wilayah Kalimantan Timur jadi faktor penentu penurunan tarif ini. 

Tetapi, deflasi lebih dalam tertahan kenaikan harga komoditas seperti kangkung, sigaret kretek mesin (SKM), ikan layang, taman kanak-kanak, dan emas perhiasan. 

Baca Juga:   Sekda Sri Wahyuni Kagum pada Pemuda Pelopor di Kaltim, Buat Apartemen Kepiting hingga Rumah Jahit

Upaya pengendalian inflasi terus dilakukan oleh TPID se-Kaltim melalui Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan.

Beras SPHP terus disalurkan ke Kios Penyeimbang Inflasi di Pasar Segiri dan Pasar Merdeka untuk memastikan ketersediaan pasokan. 

Selain itu, pasar murah terus diadakan di berbagai kota seperti Samarinda, Bontang, Paser, Berau, dan Penajam Paser Utara guna menjaga keterjangkauan harga.  

Koordinasi antar TPID se-Kaltim juga diperkuat melalui rapat koordinasi, sosialisasi dan edukasi gerakan Beragam, Bergizi Seimbang, dan Aman (B2SA) kepada siswa SD, pelatihan diversifikasi pangan, serta pembentukan toko penyeimbang di Berau dan penguatan digitalisasi data pangan melalui workshop Lamin Etam 

Budi berharap, pencapaian deflasi Kalimantan Timur pada Juli dapat berlanjut pada bulan Agustus meski terdapat tantangan peningkatan tekanan inflasi seiring dengan tahun ajaran baru dan adanya event lokal maupun nasional.  

Masyarakat diimbau untuk mendukung pengendalian inflasi dengan berbelanja bijak dan menghindari konsumsi berlebihan. 

TPID Provinsi Kaltim bakal terus berkolaborasi dalam menjalankan program pengendalian inflasi melalui strategi keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, serta komunikasi efektif. (*)