BalikpapanTitiknolKaltim

Harga Cabai di Balikpapan Tembus Rp90 Ribu, Mencuat Isu Pasokan Sulawesi Terhambat

45
×

Harga Cabai di Balikpapan Tembus Rp90 Ribu, Mencuat Isu Pasokan Sulawesi Terhambat

Sebarkan artikel ini
HARGA CABAI TINGGI - Ilustrasi komoditi cabai yang dijual di pasar. Memasuki satu pekan bulan suci Ramadhan 2025, harga cabai merah di Provinsi Kalimantan Timur terus melambung tinggi. (Meta Ai)

Warga Balikpapan harus merogoh kocek lebih dalam! Harga cabai rawit di pasar tradisional kini kian pedas merangkak naik hingga Rp90 ribu per kilogram menjelang Lebaran

TITIKNOL.ID, BALIKPAPAN – Mendekati Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, warga Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, mulai mengeluhkan lonjakan harga kebutuhan pokok. 

Pantauan di sejumlah pasar tradisional menunjukkan harga cabai rawit kian “pedas” hingga menyentuh angka Rp90.000 per kilogram pada Minggu 15 Maret 2026.

Kenaikan signifikan ini terpantau di dua titik utama, yakni Pasar Sepinggan dan Pasar Klandasan.

Bahkan, di beberapa lapak pedagang, harga cabai kualitas tertentu sudah mulai mendekati angka psikologis Rp100.000 per kilogram.

Menurut para pedagang, tren kenaikan ini sudah terasa sejak awal Ramadan dan terus merangkak naik memasuki H-7 Lebaran.

Rahman (50), pedagang di Pasar Sepinggan, menyebutkan bahwa ketergantungan pasokan dari luar daerah menjadi pemicu utama.

“Pasokan kita banyak didatangkan dari Sulawesi. Di tingkat petani sana harganya memang sudah naik, ditambah lagi permintaan warga Balikpapan yang melonjak drastis menjelang Lebaran,” ungkap Rahman.

Hal senada diungkapkan Siti (45), rekan sesama pedagang.

Ia mengaku terpaksa menyesuaikan harga jual karena modal dari agen sudah tinggi.

“Dari sananya memang sudah mahal. Mau tidak mau kami ikut naikkan harga agar tidak rugi,” tambahnya.

Kurangi Takaran Belanja

Lonjakan harga yang biasanya berada di kisaran normal Rp60.000 hingga Rp75.000 ini mulai mengubah perilaku konsumen.

Nurhayati (42), pedagang di Pasar Klandasan, mengamati banyak pembeli yang mulai membatasi jumlah belanjaannya.

“Biasanya pelanggan beli satu kilo, sekarang banyak yang cuma ambil setengah kilo saja. Tapi ya tetap dibeli karena cabai itu kebutuhan wajib dapur, apalagi mau masak-masak Lebaran,” tuturnya.

Baca Juga:   Reuni Emosional Fabio Lefundes, Borneo FC Samarinda Siap Curi Poin di Kandang Persita

Rina (34), salah satu warga yang ditemui saat belanja, mengaku cukup terkejut dengan kenaikan yang mencapai Rp20.000 hingga Rp30.000 dari harga biasanya.

“Harganya lumayan menguras kantong. Biasanya Rp60 ribu, sekarang sudah Rp90 ribu. Strateginya ya dikurangi saja jumlahnya, yang penting ada buat bumbu di rumah,” ujarnya.

Melihat tren pasar saat ini, para pedagang memprediksi harga cabai masih berpotensi fluktuatif atau bahkan terus naik hingga malam takbiran jika permintaan pasar terus meningkat tanpa dibarengi penambahan stok yang stabil. (*)