TitiknolSport

Terpuruk di Kandang, Persiba Balikpapan Kian Terjepit di Jurang Degradasi

47
×

Terpuruk di Kandang, Persiba Balikpapan Kian Terjepit di Jurang Degradasi

Sebarkan artikel ini
Skuad pemain Persiba Balikpapan.

Drama di Batakan! Persiba Balikpapan merasa dirugikan keputusan wasit saat lawan Kendal Tornado. Benarkah VAR diabaikan saat momen krusial? Simak pembelaan sang Kapten di sini

TITIKNOL.ID, BALIKPAPAN – Awan mendung kian pekat menyelimuti langkah Persiba Balikpapan di putaran kedua Pegadaian Championship League 2025-2026.

Skuad berjuluk Beruang Madu ini semakin terbenam di zona merah setelah menelan kekalahan pahit 1-3 saat menjamu Kendal Tornado FC di Stadion Batakan, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur pada Minggu (28/12/2025) malam.

Hingga pekan ke-13, Persiba masih tertahan di peringkat ketujuh klasemen sementara dengan torehan 11 poin.

Hasil minor ini memperpanjang tren negatif tim kebanggaan masyarakat Balikpapan yang belum juga mampu memberikan kemenangan bagi publik sendiri.

Persiba Balikpapan kini harus berjuang keras bersama Persiku Kudus, Persipal, dan PSIS Semarang untuk lolos dari jerat degradasi.

Jangan Larut dalam Kekecewaan

Meski situasi kian sulit, kapten tim Persiba, Abdul Rahman, meminta rekan-rekannya untuk tetap tegar.

Ia mengakui adanya celah dalam permainan tim, termasuk kekhilafan individu yang berujung pada hukuman penalti.

“Secara pribadi, saya mengajak tim untuk melihat ke depan. Memang kami kalah dan masih banyak kekurangan. Saya akui ada kesalahan yang berujung penalti, tapi yang terpenting sekarang adalah fokus total untuk laga selanjutnya,” ujar Abdul Rahman yang dikutip Titiknol.id pada Selasa (30/12/2025).

Abdul Rahman melihat masih ada secercah harapan mengingat tim kompetitor di papan bawah juga meraih hasil negatif.

Menurutnya, kemampuan bertahan tim di tengah situasi internal saat ini merupakan pencapaian yang patut diapresiasi.

Soroti Kepemimpinan Wasit dan VAR

Laga kontra Kendal Tornado semalam juga diwarnai protes keras terkait keputusan wasit.

Baca Juga:   ‎Viral! Video Program Prabowo Tayang di Bioskop, Ramai Jadi Perbincangan Publik

Abdul Rahman menyayangkan sikap pengadil lapangan yang enggan meninjau ulang insiden handball melalui Video Assistant Referee (VAR) sebelum memberikan penalti kepada tim tamu.

“Kami hanya meminta kejelasan. Kami merasa ada handball yang luput dari tiupan peluit wasit sebelum insiden penalti itu terjadi,” tutur Abdul.

“Kami meminta VAR mengecek kembali tayangan tersebut, namun permintaan kami tidak dikabulkan,” tegasnya dengan nada kecewa.

 Kini, Persiba Balikpapan berada di bawah tekanan besar. Dengan sisa pertandingan yang semakin menipis, setiap poin menjadi harga mati.

Beruang Madu dituntut segera bangkit demi menjaga eksistensi mereka di kompetisi kasta kedua sepak bola nasional.

(*)