PenajamTitiknolKaltim

Sekda Tohar Ungkap Idealnya 24 Dapur MBG di PPU, Empat Sudah Beroprasi

34
×

Sekda Tohar Ungkap Idealnya 24 Dapur MBG di PPU, Empat Sudah Beroprasi

Sebarkan artikel ini
MAKAN BERGIZI GRATIS - Sekda PPU, Tohar mengatakan PPU membutuhkan 24 dapur MBG. Saat ini, empat dapur sudah berjalan dan melayani 7.257 penerima manfaat. (TITIKNOL.ID/Cindy)

TITIKNOL.ID, PENAJAM – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) menargetkan idealnya tersedia 24 dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk menjangkau seluruh wilayah dan penerima manfaat.

Sekretaris Daerah PPU, Tohar, mengatakan hingga saat ini baru empat dapur MBG yang beroperasi. Seluruhnya berada di Kecamatan Penajam dan Kecamatan Sepaku, masing-masing dua dapur.

“Standar dari Badan Gizi Nasional itu 24 titik. Sekarang baru empat yang berjalan dan melayani 7.257 penerima manfaat,” kata Tohar, Jumat (2/1/2026).

Untuk memperluas jangkauan layanan, Tohar mengatakan, Badan Gizi Nasional (BGN) menyiapkan 10 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) satelit. Unit ini merupakan dapur kecil yang menjadi perpanjangan SPPG utama, khususnya untuk wilayah terpencil atau sulit dijangkau.

“Skalanya memang lebih kecil, seperti di desa yang tidak satu hamparan dengan wilayah lain, misalnya Bukit Subur, Mentawir, Sotek, Bangun Mulya, dan daerah pesisir,” ujarnya.

Menurut Tohar, SPPG satelit diperlukan karena karakter wilayah tertentu membutuhkan perlakuan khusus agar distribusi MBG tetap berjalan.

“SPPG utama bisa meng-cover banyak penerima, sementara di desa tertentu hanya ada beberapa sekolah,” jelas Tohar.

Begitu pula dengan dapur MBG yang dibangun Polres PPU di Kecamatan Penajam. Tohar bilang, keberadaan dapur tersebut dinilai bisa langsung memperluas cakupan layanan ke satuan pendidikan yang belum terlayani.

“SPPG Polres Termasuk dalam 24 dapur itu. Pembagiannya bukan berdasarkan wilayah administrasi, tapi satuan pendidikan,” katanya.

Tohar berharap pembangunan dapur MBG dapat segera terpenuhi secara bertahap, sehingga program MBG bisa berjalan efektif dan seluruh penerima manfaat mendapat asupan gizi merata tanpa hambatan geografis.

(TN01)