TitiknolSport

Cara Fabio Lefundes Merawat Asa dan Solusi di Awal Tahun Kala Borneo FC Hadapi Kehilangan 

60
×

Cara Fabio Lefundes Merawat Asa dan Solusi di Awal Tahun Kala Borneo FC Hadapi Kehilangan 

Sebarkan artikel ini
BORNEO VS PSM - Latihan Borneo FC Samarinda di Stadion Segiri. Borneo FC Samarinda sedang merajut asa, mempersiapkan diri untuk sebuah perjamuan besar melawan rival tangguh, PSM Makassar, dalam lanjutan pekan ke-16 Super League. (HO/Borneo FC)

Sepak bola seringkali bukan hanya tentang siapa yang berlari paling cepat atau menendang paling keras. Di Stadion Segiri, awal tahun ini dibuka dengan sebuah perpisahan yang sunyi dan tantangan untuk menaklukkan ego sendiri. Saat satu bintang melangkah pergi, mampukah Pesut Etam tetap berdiri tegak di hadapan badai dari PSM Makassar?

TITIKNOL.ID, SAMARINDA – Aroma rumput Stadion Segiri, Kota Samarinda, Kalimantan Timur di awal tahun 2026 membawa desir angin yang berbeda.

Di kota tepian ini, Borneo FC Samarinda sedang merajut asa, mempersiapkan diri untuk sebuah perjamuan besar melawan rival tangguh, PSM Makassar, dalam lanjutan pekan ke-16 Super League.

Pertandingan yang dijadwalkan pada Sabtu 3 Januari 2026 ini bukan sekadar perebutan tiga poin, melainkan pembuktian tentang kesetiaan dan ketangguhan mental di bawah sorot lampu stadion kebanggaan warga Samarinda.

Pelatih Fabio Lefundes, sang nahkoda asal Brasil, tampak tenang namun waspada di pinggir lapangan.

Baginya, tiga hari persiapan adalah waktu yang singkat namun krusial untuk memahat strategi.

Namun, di atas segalanya, ada satu musuh yang menurutnya jauh lebih berbahaya daripada skema serangan lawan.

“Lawan paling sulit sebenarnya adalah diri kita sendiri,” bisik Fabio retoris di tengah riuhnya suasana latihan di Stadion Segiri, Jumat (2/1/2026).

Ia percaya bahwa kemenangan sejati lahir ketika para pemain mampu menundukkan keraguan di dalam dada mereka sendiri sebelum menaklukkan tim tamu dari Makassar.

Keyakinan itu terpancar pula dari sorot mata Komang Teguh Trisnanda. Bek muda berbakat ini berdiri tegak sebagai benteng terakhir yang siap mempertaruhkan segalanya.

“Kami sudah siap bekerja keras, siap memberikan seluruh keringat kami di lapangan,” tegas Komang dengan nada bicara yang mantap.

Baca Juga:   Hari Ini Persebaya vs Borneo FC, Pesut Etam tak Ingin Takhtanya Terusik dan Cari Penawar Luka 

Kepergian Fajar dan Siklus yang Tak Terelakkan

Namun, ada sedikit mendung di skuad Pesut Etam. Awal tahun ini ditandai dengan perpisahan.

Sosok Fajar Fathur Rahman, sang penjaga sayap yang lincah, tak lagi terlihat mengenakan seragam kebesaran oranye.

Ia melangkah pergi, mengikuti alur takdir kariernya yang baru.

Bagi Fabio, kehilangan pemain kunci adalah bagian dari ritme sepak bola yang melankolis namun pasti.

“Inilah sepak bola; ada yang datang, ada yang pergi. Seperti halnya kita pernah kehilangan Leo Guntara dan Stefano Lilipaly, kini kita harus kembali mencari solusi,” ungkapnya dengan nada penuh penerimaan.

Ia memandang kepergian ini sebagai sebuah panggung kosong yang sedang menunggu aktor baru untuk bersinar.

Kini, beban sekaligus kehormatan itu berada di pundak para pemain lain untuk membuktikan bahwa Borneo FC tetaplah perkasa meski diterjang badai perubahan.

Harapan pada Pemain Ke-12

Di tengah persiapan taktis yang melelahkan, Fabio Lefundes menyadari bahwa timnya tidak bisa berjuang sendirian.

Baginya, Stadion Segiri adalah sebuah kuil sepak bola yang hanya akan terasa hidup dengan gemuruh suara suporter.

“Kami sangat membutuhkan mereka (suporter). Dukungan mereka adalah napas bagi kami,” harap Fabio.

Baginya, poin penuh di laga kandang adalah sebuah harga mati, sebuah persembahan bagi mereka yang tak lelah berteriak dari tribun.

Saat peluit pertama dibunyikan, Stadion Segiri Samarinda akan menjadi saksi. Mampukah Borneo FC menaklukkan ego mereka, menambal celah yang ditinggalkan sang kawan, dan kembali mengukir senyum di wajah para pendukung setianya. Saksikan laganya hari ini.

(*)