Nasional

Presiden Prabowo Terima Rosan Roeslani di Hambalang, Bahas Proyek Hilirisasi Rp100 Triliun

27
×

Presiden Prabowo Terima Rosan Roeslani di Hambalang, Bahas Proyek Hilirisasi Rp100 Triliun

Sebarkan artikel ini
RAPAT - Presiden Prabowo Subianto menerima Kepala Danantara sekaligus Menteri Investasi dan Hilirisasi, Rosan Roeslani, di Hambalang, Bogor, Minggu (4/1/2026). (Sumber: instagram sekretariat.kabinet)

TITIKNOL.ID — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menerima Kepala Danantara sekaligus Menteri Investasi dan Hilirisasi, Rosan Roeslani, di kediaman pribadinya di Hambalang, Bogor, Minggu (4/1/2026).

‎Informasi pertemuan tersebut disampaikan oleh Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya melalui unggahan di akun Instagram resmi @sekretariat.kabinet yang dipantau Kompas TV.

‎“Minggu sore, Presiden Prabowo menerima Kepala Danantara sekaligus Menteri Investasi dan Hilirisasi, Rosan Roeslani, di kediaman pribadinya di Hambalang, Bogor, 4 Januari 2026,” ujar Teddy dalam keterangannya.

‎Dalam pertemuan tersebut, setidaknya terdapat tiga poin utama yang dibahas oleh Presiden Prabowo dan Menteri Investasi dan Hilirisasi terkait agenda strategis nasional.

‎Poin pertama menyangkut perkembangan lima titik proyek hilirisasi yang berada di bawah pengelolaan Danantara dan direncanakan akan melakukan groundbreaking pada awal Februari 2026.

‎“Perkembangan lima titik proyek hilirisasi oleh Danantara yang akan melakukan groundbreaking di awal bulan depan menjadi salah satu fokus pembahasan,” kata Teddy.

‎Poin kedua, proyek-proyek hilirisasi tersebut akan dilaksanakan di sejumlah provinsi di Indonesia dengan nilai investasi yang sangat besar.

‎Total investasi yang digelontorkan untuk proyek hilirisasi tersebut mencapai 6 miliar dolar Amerika Serikat atau setara dengan sekitar Rp100 triliun.

‎Sementara poin ketiga yang dibahas adalah perkembangan proyek Waste to Energy atau penertiban pengelolaan sampah, yang diharapkan mampu mengurangi volume sampah terbuka sekaligus memberikan nilai tambah dari sisi ekonomi.

‎“Pengelolaan sampah melalui proyek Waste to Energy diharapkan tidak hanya menekan volume sampah terbuka, tetapi juga memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat dan negara,” tutup Teddy. (*/)