Titiknol IKN

‎1.100 Pegawai Otorita IKN Gelar Apel Perdana di KIPP Nusantara, Basuki Tekankan Soliditas Aparatur

165
×

‎1.100 Pegawai Otorita IKN Gelar Apel Perdana di KIPP Nusantara, Basuki Tekankan Soliditas Aparatur

Sebarkan artikel ini
APEL - Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono mengikuti apel perdana di Multifunction bersama lebih dari 1.100 pegawai Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN), Senin (5/1/2026).

TITIKNOL.ID – Lebih dari 1.100 pegawai Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) mengikuti apel perdana yang digelar di Multifunction Hall Kemenko 3, Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Nusantara, Senin (5/1/2026).

‎Apel perdana ini menjadi penanda dimulainya penyatuan visi seluruh aparatur Otorita IKN dalam mengawal pembangunan Ibu Kota Nusantara yang saat ini terus berjalan.

‎Kegiatan tersebut juga menjadi momentum penting dalam memperkuat kesiapan kelembagaan Otorita IKN menuju transformasi Nusantara sebagai pusat pemerintahan nasional pada 2028.

‎Ribuan pegawai yang mengikuti apel berasal dari berbagai unit kerja di lingkungan Otorita IKN, mencerminkan soliditas dan komitmen bersama dalam menjalankan tugas strategis negara.

‎Dalam arahannya, Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono menekankan pentingnya solidaritas serta kesamaan visi seluruh pegawai dalam mendukung pembangunan IKN.

‎Menurut Basuki, pembangunan IKN bukan sekadar proyek fisik, tetapi juga membutuhkan kekompakan aparatur agar setiap tahapan pembangunan berjalan sesuai dengan arah dan rencana besar yang telah ditetapkan pemerintah.

‎Ia menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan IKN sangat bergantung pada profesionalisme, integritas, serta kemampuan aparatur Otorita IKN dalam bekerja secara kolaboratif.

‎Basuki juga mengingatkan seluruh pegawai agar terus meningkatkan kapasitas dan adaptasi terhadap perubahan, seiring dengan percepatan pembangunan dan dinamika kelembagaan yang terus berkembang.

‎Apel perdana ini diharapkan menjadi awal yang kuat bagi seluruh pegawai Otorita IKN untuk menyatukan langkah, memperkuat sinergi, serta berperan aktif dalam mewujudkan Nusantara sebagai pusat pemerintahan modern Indonesia. (*/)