BalikpapanTitiknolKaltim

Pengurus DPD Lembaga Adat Paser Balikpapan Resmi Dilantik, Jaga Akar Kota Penyangga IKN

58
×

Pengurus DPD Lembaga Adat Paser Balikpapan Resmi Dilantik, Jaga Akar Kota Penyangga IKN

Sebarkan artikel ini
LEMBAGA ADAT PASER - Pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Adat Paser (LAP) Kota Balikpapan resmi dilantik, Selasa (13/1/2026). Pelantikan ini menjadi penanda penting eksistensi masyarakat Paser, terutama di Balikpapan yang kini berperan strategis sebagai kota penyangga Ibu Kota Nusantara atau IKN Nusantara. 

Di tengah megahnya beton-beton Ibu Kota Nusantara yang mulai menjulang, terselip sebuah tanya, di manakah posisi masyarakat adat dalam pusaran perubahan besar ini?

TITIKNOL.ID, BALIKPAPAN – Ruang Rumah Jabatan Walikota Balikpapan tampak berbeda pada Selasa (13/1/2026) pagi.

Balutan busana adat hitam dengan ornamen khas Paser mendominasi ruangan, menciptakan atmosfer yang sakral dan penuh wibawa.

Di barisan depan, para tetua adat berdiri tegak mengawal prosesi pelantikan pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Adat Paser (LAP) Kota Balikpapan.

Suasana khidmat menyelimuti ruangan, menegaskan bahwa agenda ini bukan sekadar seremoni formal, melainkan momentum penguatan identitas di tengah derasnya arus modernisasi.

Adat Sebagai Fondasi di Tengah Arus IKN

Pelantikan ini menjadi penanda penting eksistensi masyarakat Paser, terutama di Balikpapan yang kini berperan strategis sebagai kota penyangga Ibu Kota Nusantara atau IKN Nusantara. 

Ketua Umum Dewan Lembaga Adat Paser, Aji Sabri, yang memimpin langsung pelantikan, menekankan bahwa adat adalah tanggung jawab yang hidup.

“Adat bukan benda mati. Ia hidup dan tumbuh bersama masyarakatnya,” ujar Aji Sabri saat menyematkan selempang kuning sebagai simbol penyerahan amanah kepada pengurus baru.

Ia menambahkan bahwa di tengah pesatnya pembangunan dan urbanisasi, nilai-nilai luhur harus tetap menjadi landasan agar masyarakat tidak kehilangan jati diri.

Sebagai kota majemuk, Balikpapan merupakan rumah bagi beragam etnis. Meski secara statistik masyarakat Paser berada dalam posisi minoritas di kota ini, Aji Sabri menegaskan bahwa peran adat tidak diukur dari jumlah, melainkan dari kontribusi dalam menjaga harmoni.

“Kami ingin Lembaga Adat Paser hadir sebagai mitra pemerintah. Bukan sebagai alat eksklusivitas, melainkan sebagai ruang kebijaksanaan untuk merawat persatuan dan toleransi antar-kelompok,” jelasnya.

Baca Juga:   Seleksi Tahap II PPPK Ditutup Besok, Kepala BKPSDM PPU Sebut Masih Ada 102 Formasi Kosong

Dukung IKN via Kekuatan Sosial

Menyongsong masa depan Kalimantan Timur sebagai pusat pemerintahan nasional, LAP berkomitmen untuk tidak sekadar menjadi penonton.

Aji Sabri menyoroti bahwa keberhasilan IKN Nusantara tidak hanya bergantung pada infrastruktur fisik, tetapi juga pada stabilitas sosial dan budaya.

“Salah satu target besar kami adalah mendukung IKN melalui kontribusi nyata dan kolaborasi lintas etnis. Tanpa harmoni sosial, pembangunan sebesar apa pun akan terasa rapuh,” tegas Aji.

Meskipun basis massa terbesar masyarakat Paser berada di Kabupaten Paser dan Penajam Paser Utara (PPU) dengan estimasi populasi 40 hingga 50 persen di wilayah asal, kehadiran DPD LAP di Balikpapan tetap menjadi simbol akar sejarah yang kuat.

Aji Sabri berpesan agar pengurus baru mampu membawa adat Paser menjadi lebih adaptif dan terbuka terhadap perkembangan zaman.

“Adat harus menjadi perekat, bukan pemisah. Ia harus bijaksana, terbuka, dan tetap relevan dengan kehidupan modern yang kompleks,” pungkasnya.

Prosesi pelantikan diakhiri dengan penandatanganan berita acara dan foto bersama.

Di balik senyum para pengurus, tersimpan tanggung jawab besar untuk menjaga nilai-nilai lama sembari menjemput perubahan di gerbang Ibu Kota Nusantara. (*)