SamarindaTitiknolKaltim

Uji Beban Jembatan Mahulu di Samarinda, Kendaraan Berat Dilarang Melintas dan Jalur Alternatif

51
×

Uji Beban Jembatan Mahulu di Samarinda, Kendaraan Berat Dilarang Melintas dan Jalur Alternatif

Sebarkan artikel ini
JEMBATAN MAHULU SAMARINDA - Ilustrasi Jembatan Mahulu di Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur jadi jalur perlintasan kapal-kapal besar seperti di antaranya tongkang batu bara. (Gemini Ai)

Warga Samarinda dan Driver Logistik, harap diperhatikan! Jembatan Mahulu bakal ditutup total mulai besok Sabtu 17 Januari jam 10 pagi. Kendaraan berat dilarang melintas dan diminta tetap di pool. Jangan sampai terjebak macet, cek rute alternatifnya di sini

TITIKNOL.ID, SAMARINDA – Dinas Perhubungan (Dishub) Kalimantan Timur resmi menyiapkan rekayasa lalu lintas menyusul rencana penutupan sementara Jembatan Mahakam Ulu (Mahulu) pada Sabtu, 17 Januari 2026. Penutupan ini dilakukan guna mendukung pelaksanaan uji beban (loading test) oleh Dinas PUPR-PERA Kaltim.

Proses penutupan akan dimulai pukul 10.00 Wita hingga seluruh tahapan uji beban selesai.

Kebijakan ini diprediksi berdampak signifikan pada mobilitas kendaraan, terutama angkutan berat yang selama ini mengandalkan Jembatan Mahulu sebagai akses utama keluar-masuk Kota Samarinda.

Kepala Bidang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) Dishub Kaltim, Heru Santoso, menegaskan bahwa rekayasa ini bersifat krusial demi menjaga kelancaran arus kendaraan di titik lain.

“Kendaraan yang masuk maupun keluar kota melalui Jembatan Mahulu wajib mengikuti rekayasa lalu lintas yang telah kami siapkan,” ujar Heru, Jumat (16/1/2026) malam.

Pengaturan Jalur Alternatif

Dishub memastikan kendaraan ringan tetap bisa beraktivitas. Kendaraan roda empat ke bawah serta bus penumpang diarahkan untuk menggunakan jalur alternatif, yakni:

  • Jembatan Mahakam (Lama);
  • Jembatan Mahakam IV, atau Jembatan Mahakam Kembar.

Namun, tantangan utama ada pada kendaraan berat roda enam ke atas.

Mengingat hanya Jembatan Mahulu yang mampu menampung beban kendaraan jenis ini, maka selama masa penutupan, akses bagi angkutan berat otomatis terputus.

Kendaraan berat roda enam ke atas menjadi perhatian utamakarena Jembatan Mahulu adalah satu-satunya akses mereka.

“Selama penutupan, kendaraan ini tidak bisa masuk atau keluar Samarinda,” jelasnya.

Baca Juga:   Hujan Lebat Sering Guyur Sangatta Kutai Timur, BPBD Paparkan Debet Air Sungai  

Guna menghindari penumpukan kendaraan di jalan akses, Dishub mengimbau perusahaan logistik dan sopir truk untuk tidak memaksakan diri menuju area jembatan.

“Kami menyarankan agar angkutan barang tetap berada di pool masing-masing atau di area pergudangan selama proses uji beban berlangsung,” tambah Heru.

Untuk mengawal kebijakan ini, Dishub menyiagakan personel di sejumlah titik strategis, di antaranya:

  • Simpang Tiga Pondok Pesantren Nabil Hussein (Jalan Jakarta/Ring Road).
  • Simpang Tiga Teuku Umar (Dekat Terminal Sungai Kunjang).
  • Akses Pelabuhan hingga pintu masuk Jembatan Mahulu di Jalan Moeis Hasan.

Area sekitar Jalan Moeis Hasan dan Kompleks Stadion Palaran juga telah disiapkan sebagai kantong parkir sementara bagi kendaraan berat yang terlanjur melintas.

Koordinasi Lintas Sektoral

Heru mengakui rekayasa ini memerlukan kerja sama yang solid.

Pihaknya telah berkoordinasi dengan berbagai asosiasi, seperti APRINDO, asosiasi pengusaha truk, hingga INSA (pelayaran niaga), agar informasi ini tersampaikan lebih awal.

“Ini pekerjaan yang tidak sederhana, makanya sosialisasi terus kami masifkan. Kami berharap uji beban oleh kawan-kawan PUPR berjalan lancar dan tepat waktu sehingga aktivitas masyarakat bisa kembali normal secepatnya,” tutup Heru.

(*)