Penajam

Bupati Mudyat Noor Tagih Dampak Nyata CSR Pertamina untuk Masyarakat PPU

33
×

Bupati Mudyat Noor Tagih Dampak Nyata CSR Pertamina untuk Masyarakat PPU

Sebarkan artikel ini

Bupati PPU Mudyat Noor Pertanyakan CSR Pertamina

PERTANYAKAN- Bupati PPU Mudyat Noor. Ia menegaskan agar program Corporate Social Responsibility (CSR) Pertamina di kawasan Lawe-Lawe benar-benar memberikan dampak nyata bagi masyarakat setempat. (TITIKNOL.ID/CINDY)

TITIKNOL.ID, PENAJAM – Bupati Penajam Paser Utara (PPU), Mudyat Noor, menegaskan agar program Corporate Social Responsibility (CSR) Pertamina di kawasan Lawe-Lawe benar-benar memberikan dampak nyata bagi masyarakat setempat.

Mudyat menyoroti keberadaan terminal dan tangki penyimpanan minyak berskala besar di Lawe-Lawe yang mampu menampung hingga 7,6 juta barel.

Menurutnya, operasional sebesar itu membawa dampak langsung bagi wilayah sekitar sehingga harus diimbangi dengan kontribusi sosial yang sepadan.

“Skala kegiatannya besar, dampaknya juga dirasakan masyarakat. Karena itu, CSR-nya harus benar-benar menyentuh masyarakat kita,” ujar Mudyat, Minggu (18/1/2026).

Ia menilai, sejauh ini kontribusi CSR dari perusahaan migas tersebut belum dirasakan maksimal. Terutama dalam menangani persoalan krusial seperti penanggulangan banjir, penyediaan air bersih, dan pemenuhan kebutuhan dasar warga di sekitar Lawe-Lawe.

Sebagai langkah konkret, Pemerintah Kabupaten PPU akan melayangkan surat resmi kepada pihak Kilang Pertamina Balikpapan.

Surat tersebut berisi permintaan pertemuan untuk membahas kebutuhan prioritas masyarakat, termasuk perlindungan sumber bahan baku air bersih PPU yang berlokasi di kawasan Lawe-Lawe.

“Sebelumnya, kami sempat berbincang ringan dengan pihak Pertamina saat peluncuran program CSR rumpon untuk nelayan di Pejala, Saloloang, dan Kampung Baru. Di sana kami sudah mulai mendiskusikan persoalan yang dirasakan warga,” jelas Mudyat.

Mudyat berharap, dengan adanya integrasi manajemen Kilang Pertamina Balikpapan dengan RU V, koordinasi ke depan akan menjadi lebih mudah dan transparan. Ia tidak ingin lagi ada kendala birokrasi yang menghambat penyaluran bantuan ke masyarakat.

“Selama ini kesannya sering saling lempar tanggung jawab. Dengan penyatuan manajemen ini, kita harap koordinasi lebih mudah sehingga program CSR bisa tepat sasaran dan manfaatnya nampak jelas bagi masyarakat PPU,” pungkasnya. (TN01)