PenajamTitiknolKaltim

Tim SAR Kembali Temukan 8 Korban Pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung, 2 Teridentifikasi

28
×

Tim SAR Kembali Temukan 8 Korban Pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung, 2 Teridentifikasi

Sebarkan artikel ini
PESAWAT JATUH - Tim SAR Gabungan saat mencoba mengevakuasi korban jatuhnya pesawat ATR 42-500, di Gunung Bulusaraung, Sulawesi Selatan, Minggu, 18 Januari 2026. (HO/Istimewa)

TITIKNOL.ID – Tim SAR gabungan kembali menemukan delapan korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan.

Temuan ini menambah jumlah korban yang berhasil dievakuasi setelah sebelumnya enam korban lebih dulu ditemukan.

‎Dari delapan korban tersebut, dua jenazah berhasil diidentifikasi masing-masing sebagai pramugari Florencia Lolita Wibisono dan staf Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Deden Maulana.

Selain itu, tim juga menemukan satu tulang dan sejumlah potongan tubuh manusia (body part) yang masih dalam proses identifikasi oleh tim Disaster Victim Identification (DVI).

‎“Kita bersyukur sudah delapan korban ditemukan dan satu tulang. Mudah-mudahan jumlahnya bisa bertambah sehingga seluruh korban dapat ditemukan,” ujar Asisten Operasi Kodam XIV/Hasanuddin Kolonel Inf Dody Triyo Hadi di Posko SAR Tompo Bulu, Kamis (22/1/2026).

‎Dody menjelaskan, enam korban terbaru ditemukan dalam radius sekitar 50 meter dari lokasi penemuan pertama atas nama Deden Maulana.

‎“Posisinya kurang lebih 250 meter di bawah puncak gunung. Salah satu jenazah berada di sisi selatan titik awal, sekitar 100 meter ke bawah. Tim masih menyisir sisi lainnya,” ungkapnya.

‎Saat ini, tim SAR gabungan masih berupaya mengevakuasi seluruh jenazah menuju puncak Gunung Bulusaraung.

Proses evakuasi direncanakan menggunakan teknik jetring, metode yang sebelumnya telah digunakan saat mengangkat korban kedua.

‎“Kita doakan bersama prosesnya berjalan lancar sehingga seluruh jenazah dapat diangkat ke puncak. Dari sana akan dibawa ke posko, lalu dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara,” jelas Dody.

‎Untuk mendukung proses tersebut, tim SAR mengerahkan tim rescue vertikal.

Tantangan utama di lapangan adalah medan yang sangat curam serta kesulitan memasukkan jenazah ke dalam kantong jenazah.

‎Selain kondisi medan, teknik pengangkatan dengan metode jetring juga memerlukan kehati-hatian tinggi.

Baca Juga:   Pilgub Kaltim 2024, Dua Paslon Isran Noor-Hadi Mulyadi dan Rudy Mas’ud-Seno Aji Resmi Daftar di KPU

Tim berharap cuaca dapat mendukung agar proses evakuasi berjalan lebih cepat dan aman.

‎“Jika sudah sampai di posko dan dilakukan labeling oleh tim DVI, rencananya penjemputan dilakukan dengan helikopter di lapangan bola Desa Tompo Bulu. Namun jika cuaca tidak memungkinkan, jalur darat tetap menjadi pilihan,” katanya.

‎Dody menambahkan, kondisi jenazah dilaporkan sudah membengkak karena berada di lokasi selama enam hari.

Untuk mempercepat pencarian korban yang belum ditemukan, tim SAR mengubah strategi dengan membagi area pencarian ke dalam delapan sektor berbeda dan memperpanjang durasi tim di lapangan hingga tiga hari dengan perbekalan ransum yang telah disiapkan. (*/)