Nasional

Teka-teki Parpol Inisial ‘K’ di Kasus Pemerasan Sertifikat K3, Noel Sebut Ada Ormas Juga Terlibat

196
×

Teka-teki Parpol Inisial ‘K’ di Kasus Pemerasan Sertifikat K3, Noel Sebut Ada Ormas Juga Terlibat

Sebarkan artikel ini
KORUPSI MERAJALELA - Kasus korupsi pemerasan pengurusan sertifikat Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang menjerat Immanuel Ebenezer (Noel) mulai terungkap ke publik secara luas pada Agustus 2025 melalui Operasi Tangkap Tangan KPK. (Meta Ai)

Bukan cuma soal uang Rp6,5 Miliar dan motor Ducati, kasus korupsi yang menjerat Immanuel Ebenezer kini menyeret nama organisasi politik. Noel bocorkan keterlibatan satu partai berinisial ‘K’ dan satu ormas dalam permainan sertifikat K3. Siapa mereka?

TITIKNOL.ID, JAKARTA – Eks Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker), Immanuel Ebenezer alias Noel, melempar bola panas dalam persidangan kasus dugaan korupsi pemerasan pengurusan sertifikat K3.

Kasus korupsi pemerasan pengurusan sertifikat Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang menjerat Immanuel Ebenezer (Noel) mulai terungkap ke publik secara luas pada Agustus 2025 melalui Operasi Tangkap Tangan KPK.

Kini telah masuk ke area peradilan, disidang. Di meja hijau, Noel secara blak-blakan membocorkan adanya keterlibatan satu partai politik berinisial “K” dalam “permainan” haram tersebut.

Cukup Inisial K Saja Dulu

Dalam persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (26/1/2026), Noel masih enggan membuka tabir identitas partai tersebut secara gamblang.

Saat dicecar mengenai apakah partai itu berada di parlemen atau apa warna khasnya, ia memilih untuk bungkam.

“Tadi kan sudah ada K-nya, kan. Enggak mau saya bilang ada parlemen atau enggak. Partainya ada K-nya, nah, cukup itu saja dulu,” ujar Noel kepada awak media.

Pernyataan ini sebenarnya merupakan lanjutan dari pengakuan Noel pada sidang pekan lalu, 19 Januari 2026.

Kala itu, ia menyebut bahwa ada satu partai politik dan satu organisasi kemasyarakatan (ormas) yang terlibat langsung dalam pusaran kasus ini.

Daftar Partai Politik Berunsur Huruf ‘K’

Berdasarkan data KPU untuk peserta Pemilu, banyak pihak mulai berspekulasi mengenai partai mana yang dimaksud oleh Noel.

Jika merujuk pada daftar resmi, terdapat setidaknya empat partai nasional yang mengandung unsur huruf “K”:

  • PKB (Partai Kebangkitan Bangsa)
  • Golkar (Partai Golongan Karya)
  • PKS (Partai Keadilan Sejahtera)
  • PKN (Partai Kebangkitan Nusantara)
Baca Juga:   Banjir di Kalimantan Barat, 87.601 Jiwa di Enam Kabupaten/Kota Terdampak

Meski demikian, hingga saat ini belum ada bukti hukum yang mengarah secara spesifik kepada salah satu partai di atas.

Di balik teka-teki inisial partai tersebut, Noel sendiri tengah menghadapi dakwaan berat. Jaksa Penuntut Umum (JPU) menyebut Noel bersama sejumlah komplotannya diduga memeras para pemohon sertifikasi dan lisensi K3 sejak tahun 2021.

Total uang yang terkumpul dari aksi paksa tersebut mencapai Rp6.522.360.000.

Dari jumlah tersebut, Jaksa merincikan perolehan pribadi Noel sebagai berikut:

  • Uang Tunai: Rp3,36 miliar.
  • Barang Mewah: 1 unit sepeda motor Ducati Scrambler dengan nomor polisi B 4225 SUQ.

Jaksa menegaskan bahwa seluruh penerimaan tersebut tidak pernah dilaporkan ke KPK dalam batas waktu 30 hari.

Sehingga dikategorikan sebagai gratifikasi yang dianggap suap. Noel pun didakwa melanggar Pasal 12 huruf e Undang-undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Berikut adalah kronologi penting pengungkapan kasus tersebut:

Pada catatan Agustus 2025, ada OTT oleh KPK. Kala itu KPK melakukan serangkaian operasi sejak 20 hingga 21 Agustus 2025.

Dalam operasi ini, Noel bersama sejumlah pejabat Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) ditangkap terkait dugaan pemerasan terhadap pemohon sertifikat K3.

Masuk di 22 Agustus 2025, KPK secara resmi menetapkan Immanuel Ebenezer sebagai tersangka bersama 10 orang lainnya. Pada momen ini, Noel langsung ditahan untuk menjalani proses penyidikan.

Saat di Desember 2025, berkas perkara dinyatakan lengkap (P21) dan dilimpahkan ke Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada 18 Desember 2025.

Kemudian kala 19 Januari 2026, Noel menjalani sidang perdana dengan agenda pembacaan dakwaan di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat.

Di sinilah rincian mengenai penerimaan uang sebesar Rp3,36 miliar dan satu unit motor Ducati Scrambler dibeberkan oleh jaksa. 

Baca Juga:   Hasil Championship Series Liga 1: Malik Risaldi Brace, Madura United Permalukan Borneo FC di Batakan Skor 3-2

(*)