TITIKNOL.ID, PENAJAM – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara menargetkan pengembangan sekitar 50 hektare lahan percontohan (demplot) padi sebagai upaya meningkatkan produksi.
Kepala Dinas Pertanian PPU, Andi Trasodiharto, mengatakan demplot tersebut direncanakan mulai berjalan pada 2026 dengan menggunakan benih padi Garuda, hasil kerja sama dengan Institut Pertanian Bogor (IPB).
“Targetnya sekitar 50 hektare lahan kita jadikan percontohan dengan benih padi Garuda,” kata Andi, Jumat (30/1/2026).
Ia menjelaskan, program lahan percontohan ini merupakan kebijakan kepala daerah untuk mendorong peningkatan produksi padi hingga dua kali lipat.
Produksi padi yang sebelumnya berkisar 3-5 ton per hektare ditargetkan meningkat menjadi 7-9 ton per hektare.
“Dengan bibit Garuda ini, produktivitasnya bisa jauh lebih tinggi,” ujarnya.
Menurut Andi, peningkatan hasil panen dalam waktu tanam yang sama akan berdampak langsung pada kesejahteraan petani padi.
Produksi yang bertambah dinilai menjadi kunci untuk memperbaiki pendapatan petani.
Ia mepanjutkan, lahan percontohan tersebut akan difokuskan di wilayah yang memiliki potensi pangan sekaligus menjadi uji coba penerapan varietas unggul di lahan dengan kondisi ekstrem.
Andi menyebut, padi Garuda merupakan varietas unggul yang dapat tumbuh di lahan dengan tingkat keasaman tinggi atau pH tanah di bawah 7.
Karena itu, wilayah Babulu menjadi sasaran utama, meski peluang juga terbuka di Kecamatan Waru dan Penajam.
“Wilayah seperti Desa Sri Raharja dan Sumber Sari masuk dalam fokus kami,” ungkapnya.
Ia optimistis, dengan perlakuan benih dan teknis budidaya yang tepat, hasil panen di lahan ekstrem bisa optimal.
Bahkan, jika berhasil, daerah dengan kondisi lahan yang lebih baik diyakini akan menghasilkan produksi yang lebih tinggi lagi.
“Kalau di lahan ekstrem saja hasilnya bagus, daerah dengan kondisi lebih mendukung tentu hasilnya bisa lebih maksimal,” tutupnya.
(TN01)












