Penajam

Dongkrak Produksi Gabah, PPU Uji Coba Padi Garuda Sistem Tebar di Lahan Ekstrem

55
×

Dongkrak Produksi Gabah, PPU Uji Coba Padi Garuda Sistem Tebar di Lahan Ekstrem

Sebarkan artikel ini

Dinas Pertanian Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) melakukan terobosan besar pada tahun 2026 dengan menyiapkan demonstration plot (demplot) padi varietas Garuda seluas 50 hektare.

KOLABORASI – Kepala Dinas Pertanian PPU, Andi Trasodiharto, menjelaskan bahwa program ini merupakan hasil kolaborasi strategis dengan Institut Pertanian Bogor (IPB) untuk meningkatkan produktivitas lahan petani setempat. (TITIKNOL.ID/CINDY)

TITIKNOL.ID,PENAJAM – Dinas Pertanian Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) melakukan terobosan besar pada tahun 2026 dengan menyiapkan demonstration plot (demplot) padi varietas Garuda seluas 50 hektare.

Inovasi ini mengadopsi sistem tebar, sebuah metode budidaya yang dinilai lebih adaptif dibandingkan sistem tanam konvensional.

Kepala Dinas Pertanian PPU, Andi Trasodiharto, menjelaskan bahwa program ini merupakan hasil kolaborasi strategis dengan Institut Pertanian Bogor (IPB) untuk meningkatkan produktivitas lahan petani setempat.

Berbeda dengan pola tanam biasa, sistem tebar memerlukan benih lebih banyak, yakni sekitar 40-50 kilogram per hektare.

Meski konsumsi benih meningkat dua kali lipat, metode ini dianggap jauh lebih tahan terhadap kondisi lahan dengan tingkat keasaman (pH) tinggi.

“Target kita tahun ini 50 hektare demplot padi Garuda. Jika di lahan ekstrem saja produktivitasnya bisa menembus di atas 5 ton, maka di lahan yang kondisinya sesuai, hasilnya pasti akan jauh lebih maksimal,” ujar Andi, Minggu (1/2/2026).

Saat ini, rata-rata produktivitas padi di PPU masih berkisar antara 3-5 ton per hektare.

Melalui benih unggul Garuda dan pendampingan dari IPB, pemerintah daerah optimistis angka tersebut bisa melompat ke angka 7-9 ton per hektare.

Secara ekonomi, jika petani mampu mencapai target 7 ton per hektare dengan tiga kali masa tanam dalam setahun (IP300), maka total produksi bisa mencapai 21 ton.

Dengan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) sebesar Rp6.500 per kilogram, pendapatan petani di PPU diprediksi akan meningkat signifikan.

Dinas Pertanian saat ini sedang mematangkan Surat Keputusan Calon Petani dan Calon Lokasi (CPCL). Fokus utama wilayah percontohan meliputi:

Baca Juga:   ‎Soal Zonasi dan Usia Siswa, Anggota DPRD PPU Minta Dinas Pendidikan Tak Tutup Mata‎

Kecamatan Babulu: Desa Sumber Sari dan Sri Raharja.

Kecamatan Waru (Potensi percontohan).

Kecamatan Penajam (Potensi percontohan).

“Pemerintah daerah tetap berkomitmen memberikan dukungan penuh melalui subsidi pupuk, BBM, hingga alat dan sarana mesin pertanian (alsintan),” pungkas Andi.(*)