TITIKNOL.ID – Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) resmi mengumumkan pemenang sayembara desain pembangunan dan Kawasan Pusat Kebudayaan IKN.
Dari tiga finalis terbaik yang lolos ke tahap akhir penjurian II-B, satu desain dinobatkan sebagai juara pertama.
Pengumuman pemenang berlangsung di Multifunction Hall, Gedung Kemenko 3 Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN, Jumat (30/1/2026), dan digelar secara luring maupun daring.
Desain bertajuk “Cerlang Nusantara” dari peserta berkode PKN-0063 keluar sebagai pemenang utama.
“Juara pertama pemenang sayembara desain pembangunan dan Kawasan Pusat Kebudayaan IKN adalah PKN-0063 dengan judul karya Cerlang Nusantara,” kata Deputi Bidang Sarana dan Prasarana Otorita IKN, Aswin Grandiarto Sukahar.
Sementara itu, posisi juara kedua diraih oleh desain PKN-0042 berjudul Karya Kisah yang Ditenun Oleh Rimba.
Adapun peringkat ketiga ditempati PKN-0013 dengan judul Simfoni Puspa Segara.
Penetapan pemenang didasarkan pada hasil penilaian dewan juri dalam penjurian tahap II-B yang dituangkan dalam Berita Acara Nomor TA-3/OIKN.9/2026.
Proses penilaian final tersebut diselesaikan pada 29 Januari 2026 di IKN.
Berdasarkan hasil render, konsep “Cerlang Nusantara” menampilkan kawasan hijau yang ramah lingkungan dengan pendekatan desain minimalis dan modern.
Rancangan ini dinilai mampu menjawab tren arsitektur masa kini tanpa meninggalkan identitas lokal.
Tak hanya itu, desain bangunan dirancang untuk merepresentasikan nilai-nilai budaya Nusantara yang kuat dan berkelanjutan, sekaligus adaptif terhadap tantangan pengembangan ruang budaya di masa depan.
Kawasan Pusat Kebudayaan IKN nantinya akan dilengkapi berbagai fasilitas publik, seperti museum, taman budaya, perpustakaan, galeri seni, teater atau auditorium, hingga gelanggang olahraga yang dapat dimanfaatkan masyarakat luas.
Sebagai informasi, Kawasan Pusat Kebudayaan IKN direncanakan dibangun di atas lahan seluas 33,38 hektare di kawasan KIPP.
Sayembara ini digelar bekerja sama dengan Kementerian Kebudayaan serta didukung Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) dan Ikatan Ahli Rancang Kota Indonesia (IARKI).
Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono berharap ketiga finalis tetap dapat berkolaborasi dalam proses pengembangan ke depan.
Ia menilai gagasan dari masing-masing tim berpotensi dikombinasikan untuk mewujudkan kawasan kebudayaan yang indah dan berkelas internasional.
Kawasan ini nantinya akan difungsikan sebagai pusat kreativitas sekaligus wadah diplomasi budaya modern. (*/)








