Titiknol IKN

Meski MK Tetapkan Jakarta Ibu Kota Negara, OIKN :Pembangunan IKN Tetap Berjalan dan Investasi Tembus Rp72,39 Triliun

3
×

Meski MK Tetapkan Jakarta Ibu Kota Negara, OIKN :Pembangunan IKN Tetap Berjalan dan Investasi Tembus Rp72,39 Triliun

Sebarkan artikel ini
CATATAN KRITIS IKN - Geliat di IKN Nusantara, Kalimantan Timur, dikunjungi oleh masyarakat dari berbagai penjuru. BRIN soroti IKN Nusantara, pihaknya memperingatkan, tanpa strategi integrasi dan kebijakan afirmatif yang kuat, IKN Nusantara berpotensi melahirkan jurang kesenjangan antara masyarakat pendatang yang terampil dan warga lokal yang terancam termarjinalkan. (Titiknol.id)

TITIKNOL.ID — Otorita Ibu Kota Nusantara menegaskan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) terus berjalan hingga saat ini meskipun Mahkamah Konstitusi sebelumnya menetapkan Jakarta tetap menjadi ibu kota negara.

‎Keberlanjutan pembangunan IKN disebut semakin diperkuat dengan meningkatnya kepercayaan investor. Hingga kini, nilai investasi yang masuk ke kawasan Nusantara tercatat mencapai Rp72,39 triliun.

‎Juru Bicara Otorita IKN Troy Pantouw mengatakan capaian tersebut menjadi bukti bahwa pembangunan Nusantara tidak berhenti dan mulai bergerak menuju terbentuknya ekosistem perkotaan yang hidup.

‎“Total angka estimasi investasi sebesar Rp72,39 triliun ini menunjukkan bahwa kepercayaan terhadap IKN terus berjalan. Pembangunan Ibu Kota Nusantara adalah masa depan kota Indonesia, caranya adalah dengan bersama-sama kita membangun ekosistem kehidupan, layanan, hunian, dan berbagai aktivitas ekonomi bagi masyarakat,” ujar Troy dalam keterangannya, Selasa (19/5/2026).

‎Ia menjelaskan total investasi tersebut terdiri dari investasi swasta murni sebesar Rp60,29 triliun serta fasilitas publik dan penugasan kementerian/lembaga sebesar Rp12,10 triliun.

‎Secara keseluruhan, terdapat 75 Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan 65 pelaku usaha yang masuk dalam kategori investasi swasta murni, ditambah 15 penugasan kepada kementerian dan lembaga.

‎Komposisi investasi itu juga menunjukkan keterlibatan investor nasional maupun internasional.

Dari total 75 PKS, sebanyak 11 kerja sama berasal dari investor asing yang melibatkan delapan perusahaan dari enam negara, yakni Korea Selatan, Tiongkok, Uni Emirat Arab, Rusia, Malaysia dan Singapura.

‎Sementara itu, sebanyak 64 PKS lainnya berasal dari pelaku usaha dalam negeri.

Investasi tersebut tersebar di berbagai sektor, mulai dari hunian, infrastruktur, energi, akomodasi, pusat olahraga hingga fasilitas komersial.

‎Di sisi lain, aktivitas ekonomi di kawasan Nusantara juga mulai tumbuh.

Baca Juga:   Masjid Negara IKN Siap Difungsikan Jelang Ramadan 2026, Kemenag Pastikan Kesiapan Menyeluruh

Berbagai usaha makanan, minuman dan layanan penunjang kebutuhan masyarakat mulai berkembang seiring meningkatnya aktivitas pekerja dan pengunjung di kawasan IKN.

‎Salah satu contoh perkembangan ekosistem bisnis di Nusantara terlihat dari masuknya merek usaha makanan dan minuman Roti’O ke kawasan IKN.

Kehadiran pelaku usaha tersebut dinilai menjadi sinyal bahwa sektor bisnis mulai melihat potensi jangka panjang di Nusantara.

‎Menurut Troy, investasi yang terus masuk menunjukkan para investor mulai memandang IKN sebagai pasar masa depan Indonesia.

‎“Ketika infrastruktur dasar, hunian, energi, layanan publik, dan aktivitas ekonomi mulai terbentuk, di situlah kota ini mulai hidup. Investasi ini menjadi jembatan dari pembangunan menuju kehidupan kota,” tutupnya. (*/)