Penajam

Sanitasi Jadi Prioritas, PPU Targetkan Bangun 161 Unit Jamban Sehat Tahun Ini

46
×

Sanitasi Jadi Prioritas, PPU Targetkan Bangun 161 Unit Jamban Sehat Tahun Ini

Sebarkan artikel ini

Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) menargetkan pembangunan jamban sehat untuk 161 rumah tangga pada 2026, meningkat tajam dibandingkan realisasi tahun-tahun sebelumnya

BANGUN SANITASI – Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bidang Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) PPU, Jimmy Julianto. Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) menargetkan pembangunan jamban sehat untuk 161 rumah tangga pada 2026, meningkat tajam dibandingkan realisasi tahun-tahun sebelumnya. (TITIKNOL.ID/CINDY)

TITIKNOL.ID, PENAJAM – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) menargetkan pembangunan jamban sehat untuk 161 rumah tangga pada 2026, meningkat tajam dibandingkan realisasi tahun-tahun sebelumnya.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bidang Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) PPU, Jimmy Julianto, mengatakan lonjakan target ini sejalan dengan penguatan program sanitasi sebagai standar pelayanan minimum (SPM) sekaligus program unggulan daerah.

“Pada 2024 targetnya 10 unit dan terealisasi 11, itu di Kelurahan Pantai Lango. Tahun 2025 dari target 20 unit, terealisasi 23 di Desa Babulu Laut. Tahun ini melonjak menjadi 161 rumah tangga,” kata Jimmy, Senin (9/2/2026).

Ia menjelaskan, program jamban sehat diarahkan untuk mendukung penanganan stunting, khususnya bagi keluarga yang belum memiliki fasilitas buang air besar (BAB) yang layak dan sehat.

“Kita bangun bilik jamban lengkap dengan closet dan tangki septik. Program ini menyasar warga yang sama sekali belum memiliki tempat BAB yang memenuhi standar kesehatan,” ujarnya.

Tahun ini, pembangunan jamban sehat difokuskan di Kelurahan Maridan dan Kelurahan Riko, mencakup wilayah pesisir, daratan, hingga kawasan rawa.

Dari total target, 110 unit dialokasikan untuk Kelurahan Maridan,Kecamatan Sepaku sementara sisanya dibangun di Kelurahan Riko, Kecamatan Penajam.

Jimmy menyebut, program ini mendapat dukungan pendanaan dari Dana Alokasi Khusus (DAK) APBN, selain anggaran murni daerah (APBD).

“Untuk tahun ini sifatnya sharing. Tangki septik dan pipa pembuangan dibiayai dari DAK. Sementara kelengkapan bilik seperti pintu dan closet menggunakan APBD,” jelasnya.

Baca Juga:   Ketua Komisi II DPRD PPU Soroti Nasib Guru Swasta: Gaji Minim, Insentif Tak Jelas

Hasil verifikasi lapangan, kata Jimmy, menunjukkan sebagian besar jamban milik keluarga berisiko stunting masih jauh dari standar layak.

Bahkan, ditemukan bilik jamban yang hanya menggunakan terpal maupun baliho bekas.

“Yang kita bangun benar-benar dari nol, mulai pondasi, dinding bata atau papan ulin. Luasannya sekitar 2 × 1,5 meter, jadi bukan sekadar bilik darurat,” tegasnya.

Data penerima manfaat program ini bersumber dari DP3AP2KB, berdasarkan basis data keluarga berisiko stunting (KRS).

Sementara warga yang belum terakomodasi tahun ini akan diprioritaskan pada tahap berikutnya.

“Untuk yang belum kebagian, kami juga menyarankan pemerintah desa agar bisa menganggarkan bantuan stimulan,” tandasnya. (TN01)