Nasional

Survei Indikator: Kepuasan Publik ke Prabowo Tembus 79,9 Persen, Lampaui Awal Kepemimpinan SBY dan Jokowi

46
×

Survei Indikator: Kepuasan Publik ke Prabowo Tembus 79,9 Persen, Lampaui Awal Kepemimpinan SBY dan Jokowi

Sebarkan artikel ini
BALIHO RUSAK ESTETIKA - Presiden Prabowo Subianto memberikan teguran keras kepada para kepala daerah terkait estetika tata kota di Indonesia.

TITIKNOL.ID – Tingkat kepuasan masyarakat terhadap kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto tercatat nyaris menyentuh 80 persen.

Survei terbaru Indikator Politik Indonesia menunjukkan 79,9 persen responden menyatakan puas atas kinerja 17 bulan pemerintahan Prabowo.

‎Founder dan Peneliti Utama Indikator Politik Indonesia, Prof Burhanuddin Muhtadi, menyebut angka tersebut sangat tinggi untuk ukuran approval rating seorang presiden.

‎“Sangat tinggi untuk ukuran approval rating seorang presiden,” ujar Burhanuddin saat merilis hasil survei di Jakarta, Minggu (8/2/2026).

‎Menurutnya, capaian ini bahkan lebih tinggi dibandingkan tingkat kepuasan publik pada awal kepemimpinan dua presiden sebelumnya, yakni Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pada 2004 dan Joko Widodo (Jokowi) pada 2014.

‎Burhanuddin menjelaskan, terdapat dua modal utama yang menopang tingginya tingkat kepuasan terhadap Prabowo.

Pertama, legitimasi elektoral yang kuat pada Pilpres 2024, di mana pasangan Prabowo-Gibran meraih 58,6 persen suara atau sekitar 96 juta pemilih.

‎Jumlah tersebut melampaui perolehan suara presiden-presiden sebelumnya.

Pada Pilpres 2009, perolehan suara SBY di periode keduanya tidak mencapai 70 juta.

Begitu pula Jokowi pada Pilpres 2019, yang jumlah suaranya masih di bawah capaian Prabowo.

‎Faktor kedua adalah kapasitas kepemimpinan Prabowo yang dinilai kuat, serta dukungan politik yang solid, termasuk dari Presiden sebelumnya.

Meski sempat mengalami penurunan approval rating pada Agustus akibat gelombang demonstrasi, angka kepuasan disebut kembali pulih dalam waktu relatif cepat.

‎Adapun alasan utama kepuasan publik antara lain keseriusan pemerintah dalam memberantas korupsi (17,5 persen), aksi pemberian bantuan kepada masyarakat (15,6 persen), program kerja yang dinilai baik (11 persen), kinerja yang dianggap terbukti (10,5 persen), serta sikap tegas dan berwibawa Presiden (9,7 persen). Program Makan Bergizi Gratis juga menjadi faktor dengan 8,4 persen.

‎Survei Indikator Politik Indonesia dilakukan secara tatap muka pada 15–21 Januari 2026 dengan melibatkan 1.220 responden dari seluruh Indonesia.

Baca Juga:   APBD Turun, Dinkes Andalkan DAK agar Program Tetap Berjalan

Survei ini memiliki tingkat kepercayaan 95 persen dengan margin of error sekitar 2,9 persen. (*)