PenajamTitiknolKaltim

Pasca Dugaan Keracunan MBG, Siswa SDN 008 Waru Sudah Pulih dan Belajar Normal, MBG Disetop Sementara

85
×

Pasca Dugaan Keracunan MBG, Siswa SDN 008 Waru Sudah Pulih dan Belajar Normal, MBG Disetop Sementara

Sebarkan artikel ini
Kepala SDN 008 Waru, Lina Nurhayati menyebut tingkat kehadiran siswa terdampak hampir mencapai 100 persen

TITIKNOL.ID, PENAJAM – Puluhan siswa SD Negeri 008 Waru, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), yang sempat mengalami gangguan kesehatan usai menyantap menu makan bergizi gratis (MBG), dipastikan telah pulih dan kembali mengikuti pembelajaran di sekolah.

Kepala SDN 008 Waru, Lina Nurhayati, menyebut tingkat kehadiran siswa terdampak hampir mencapai 100 persen. Hanya tiga siswa yang masih menjalani masa pemulihan di rumah.

“Anak-anak sudah kembali ke sekolah dan belajar seperti biasa. Hampir seratus persen. Tinggal tiga yang masih perlu istirahat,” ujar Lina, Kamis (12/2/2026).

Pemulihan cepat para siswa terjadi setelah sebelumnya mereka sempat dilarikan ke Puskesmas akibat gejala mual, muntah, hingga diare.

Pihak sekolah langsung menggelar pertemuan dengan wali murid guna memastikan kondisi anak-anak sekaligus membahas kelanjutan program MBG.

Menurut Lina, kekhawatiran sempat muncul di kalangan orang tua. Namun mayoritas tetap menginginkan program nasional tersebut berlanjut, dengan catatan dilakukan evaluasi menyeluruh dan pengawasan lebih ketat.

“Anak-anak justru senang sekali dengan MBG. Mereka antusias setiap hari. Karena itu saya memohon kepada pihak SPPG agar lebih berhati-hati. Saya tidak ingin anak-anak di sini mengalami kejadian seperti kemarin lagi,” tegasnya.

Ia memastikan tidak ada trauma, baik dari siswa maupun wali murid, untuk kembali menerima MBG.

Program tersebut dinilai sangat membantu, terutama bagi keluarga dengan kondisi ekonomi menengah ke bawah.

“Banyak orang tua yang merasa terbantu. Ada yang punya tiga anak dan semuanya dapat MBG. Ini sangat meringankan beban keluarga,” katanya.

Sebagai bentuk transparansi, sekolah menerbitkan surat pernyataan kepada seluruh orang tua siswa untuk memastikan persetujuan menerima MBG ke depan.

Hasilnya, hampir seluruh wali murid menyatakan tetap bersedia.

Baca Juga:   Program Makan Gratis di PPU Tunggu Instruksi Pusat, Anggaran Capai Rp30 Miliar

“Rata-rata masih setuju dan sudah tanda tangan. Bahkan dari orang tua siswa yang terdampak, 100 persen masih mau menerima. Hanya beberapa yang belum mengisi karena orang tua sedang bekerja,” jelas Lina.

Meski demikian, distribusi MBG dari SPPG Waru untuk sementara dihentikan. Per Kamis (12/2), para siswa belum kembali menerima paket makanan tersebut.

Belum ada kepastian kapan program itu akan kembali berjalan di SDN 008 Waru.

Lina menambahkan, selama ini pelayanan distribusi MBG dinilai cukup disiplin dan tepat waktu.

“Petugas sebenarnya sangat semangat melayani. Pukul 08.00 WITA sudah siap, lalu ompreng dijemput lagi sekitar pukul 10.00 WITA. Tinggal pengawasan dan kehati-hatian yang perlu diperkuat,” tutupnya.

(TN01)