SamarindaTitiknolKaltim

Gebrakan GratisPol Kaltim, Benarkah Lebih Unggul dari Beasiswa era Isran-Hadi Mulyadi

48
×

Gebrakan GratisPol Kaltim, Benarkah Lebih Unggul dari Beasiswa era Isran-Hadi Mulyadi

Sebarkan artikel ini
INVESTASI KALTIM 2026 - Gubernur Kaltim, Rudy Mas'ud akui Kalimantan Timur terbuka bagi investor. (HO/Humas Pemprov Kaltim)

Sama-sama program pendidikan, tapi kok bedanya sampai triliunan? Benarkah GratisPol cuma ganti nama dari BKT, atau memang lebih ‘sakti’ menjangkau ratusan ribu mahasiswa? Cek perbandingannya di sini

TITIKNOL.ID, SAMARINDA – Suasana di depan Kantor Gubernur Kalimantan Timur mendadak riuh pada Senin (23/2/2026), Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur.

Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Gerakan Rakyat Menggugat (GERAM) memadati Jalan Gajah Mada untuk mengevaluasi satu tahun kepemimpinan Gubernur Rudy Mas’ud dan Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Seno Aji.

Titik fokus tuntutan mereka adalah program GratisPol, sebuah inisiatif pendidikan gratis yang menjadi primadona Pemprov Kalimantan Timur.

Para mahasiswa menuntut transparansi, terutama bagi mereka yang merasa memenuhi syarat namun tidak lolos seleksi.

Alih-alih berlindung di balik meja kerja, Gubernur Rudy Mas’ud memilih turun langsung menemui massa. 

Dalam dialog terbuka tersebut, ia mengajak para mahasiswa untuk membedah data secara objektif.

“Adik-adik semua, ada yang punya data berapa jumlah mahasiswa yang sudah merasakan manfaat Beasiswa Kaltim atau GratisPol?,” tanya Rudy memecah ketegangan.

GratisPol vs Beasiswa Kaltim 

Dalam penjelasannya, Rudy memaparkan perbandingan performa antara program GratisPol dengan Beasiswa Kalimantan Timur (BKT) yang berjalan pada era Isran Noor dan Hadi Mulyadi.

Berikut adalah perbandingannya:

Indikator

Program BKT (2019–2023)
Program GratisPol (Target 2026)

Total Anggaran
Rp1,01 Triliun (5 Tahun)
Rp1,38 Triliun (1 Tahun)

Total Penerima
69.631 Mahasiswa
158.981 Mahasiswa

Jangkauan
BKT Tuntas dan Stimulan
S1, S2, S3, Luar Negeri dan Jalur Khusus