Nasional

Raja Abdullah II Setir Sendiri Antar Prabowo ke Bandara, F-16 Yordania Kawal Hingga Batas Udara

80
×

Raja Abdullah II Setir Sendiri Antar Prabowo ke Bandara, F-16 Yordania Kawal Hingga Batas Udara

Sebarkan artikel ini
Raja Kerajaan Yordania Hasyimiah, Raja Abdullah II ibn Al Hussein menyopiri langsung mengantarkan Presiden Prabowo menuju Bandar Udara Militer Marka, Amman, Yordania, Rabu (25/2). Foto: Cahyo - Biro Pers Sekretariat Presiden

TITIKNOL.ID – Raja Kerajaan Yordania Hasyimiah, Abdullah II of Jordan, menunjukkan penghormatan istimewa kepada Presiden RI Prabowo Subianto dengan menyopiri langsung kendaraan yang mengantar kepala negara Indonesia itu menuju Bandar Udara Militer Marka, Amman, Rabu (25/2).

‎Momen tersebut terjadi usai pertemuan bilateral keduanya di Istana Basman, Amman.

Seusai agenda resmi, Presiden Prabowo langsung bertolak ke bandara militer untuk melanjutkan kunjungan kerja.

‎Setibanya di Bandar Udara Militer Marka, Raja Abdullah II kembali melepas keberangkatan Prabowo secara langsung.

Di bawah tangga pesawat, kedua pemimpin negara itu tampak saling berpelukan hangat sebelum berpisah.

‎Turut melepas keberangkatan Presiden Prabowo adalah Putra Mahkota Kerajaan Yordania Hasyimiah, Al Hussein bin Abdullah II, bersama sejumlah pejabat tinggi Kerajaan Yordania.

‎Hadir pula Duta Besar RI untuk Kerajaan Yordania Hasyimiah Ade Padmo Sarwono serta Atase Pertahanan RI untuk Yordania Kolonel Laut (P) Dafris D. Syahruddin.

‎Penghormatan tidak berhenti di darat. Saat pesawat kepresidenan lepas landas, empat jet tempur F-16 Angkatan Udara Yordania turut mengawal hingga keluar wilayah udara negara tersebut.

‎Dari Amman, Presiden Prabowo melanjutkan agenda kunjungan ke Abu Dhabi, Uni Emirat Arab.

Dalam penerbangan menuju Abu Dhabi, Presiden didampingi Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

‎Momen penuh kehangatan dan simbol persahabatan tersebut menjadi penanda eratnya hubungan bilateral antara Indonesia dan Yordania di tengah dinamika geopolitik kawasan. (*)