SODORKAN PROYEK – Bupati PPU, Mudyat Noor, memimpin langsung audiensi strategis bersama jajaran Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) di Jakarta, Selasa (3/3/2026). (HO/HUMAS PEMKAB PPU)
TITIKNOL.ID,JAKARTA – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mempertegas posisinya sebagai mitra strategis Ibu Kota Nusantara (IKN).
Bupati PPU, Mudyat Noor, memimpin langsung audiensi strategis bersama jajaran Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) di Jakarta, Selasa (3/3/2026).
Langkah konkret ini bertujuan mendorong percepatan pembangunan infrastruktur daerah agar tumbuh selaras dengan masifnya pembangunan di kawasan IKN.
Dalam pertemuan tersebut, Bupati didampingi oleh jajaran kepala dinas terkait, mulai dari PUPR, Pertanian, hingga Bapelitbang.
Rombongan diterima langsung Deputi Bidang Infrastruktur Bappenas, Abdul Malik Sadat Idris, dan Direktur Kemitraan dan Keterpaduan Pembangunan Infrastruktur, Taufik Hidayat Putra.
Audiensi ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan dengan Menteri PPN/Bappenas tahun lalu.
Pemkab PPU secara spesifik mengusulkan sejumlah proyek agar masuk dalam daftar Proyek Strategis Nasional (PSN), di antaranya:
Jembatan Sungai Riko, di mana jembatan krusial yang diproyeksikan menghubungkan langsung wilayah PPU dengan jantung IKN.
Selain itu juga Bendungan Lawe-Lawe dan Bendung Gerak Talake yang akan menjadi sarana vital untuk menjamin suplai air baku bagi kebutuhan domestik PPU dan mendukung keberlanjutan IKN.
Bukan hanya itu, juga peningkatan aksesibilitas untuk efisiensi pergerakan orang, barang, dan jasa guna memicu titik pertumbuhan ekonomi baru.
“Harapannya, pembangunan infrastruktur di Kabupaten PPU dapat berjalan seiring dan terintegrasi dengan pembangunan IKN,” ujar Mudyat Noor di sela pertemuan.
Selain fisik, Mudyat juga menitipkan usulan peningkatan fasilitas pendidikan dan kesehatan.
Hal ini dilakukan agar kualitas layanan publik di PPU tidak timpang dengan fasilitas yang ada di ibu kota baru.
Mudyat berharap penguatan kawasan PPU sebagai “super hub” penyangga IKN dapat diakomodasi dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN).
Pemkab PPU menargetkan pada 2028, master plan pembangunan kawasan mitra IKN sudah terarah sepenuhnya.
“Kita ingin PPU menjadi role model pembangunan di Kalimantan Timur yang tumbuh selaras dengan IKN,” tegas Mudyat.
Pihak Bappenas menyambut positif usulan tersebut dan berkomitmen membuka ruang diskusi teknis lebih intensif untuk mempercepat akselerasi pembangunan di PPU sebagai mitra utama IKN.(*)












