Oleh: Budi Susilo, Pegiat Gala Puncak Balikpapan
Senja merangkak perlahan, memayungi kawasan The Gala Puncak di Graha Indah, Kecamatan Balikpapan Utara, Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur pada Senin 15 Desember 2025.
Di bawah naungan langit yang mulai meredup, aktivitas sibuk menghidupkan suasana gang pemukiman itu.
Sejumlah pekerja tampak cekatan, menarik untaian kabel hitam yang panjang, membentangkannya dari satu ujung ke ujung lain.
Kabel-kabel itu menjulur melintasi rintangan alam, menembus sela-sela ranting dan daun pohon yang tumbuh subur, membentuk kanopi hijau di atas jalan.
Suara komando para pekerja, tegas keras dan teratur, mengisi keheningan sore itu, menjadi melodi progres dalam pengadaan fasilitas umum.
Ada rasa optimisme yang merekah bagi warga gang The Gala Puncak. Inilah pertanda nyata perwujudan janji penerangan jalan yang telah lama dinantikan.
Kini, janji itu hadir bukan sekadar wacana. Cahaya sebentar lagi akan membela kegelapan, seterang-terangnya.
Kehadiran fasilitas publik ini menjadi cerminan nyata dari siklus kontribusi warga; di mana hasil dari Pajak Bumi dan Bangunan bertransformasi menjadi terang yang dinikmati bersama, menyinari setiap sudut gang pemukiman The Gala Puncak.
Sebuah penanda bahwa negara hadir, tidak hanya dalam urusan besar, namun juga dalam penerangan jalan bagi rakyatnya di Gala Puncak.

Bukan Sekadar Penerangan Saja
Cahaya yang dinantikan ini bukan sekadar penerangan biasa. Pekerja memasang lampu pada tiang-tiang besi kokoh yang sumber energinya langsung terhubung pada aliran listrik PLN.
Pilihan ini adalah keputusan yang tegas. Bukan dari tenaga surya matahari, yang seringkali dirasa meredup dan kehabisan daya saat waktu subuh mulai menyapa.
Lampu yang ditenagai listrik PLN menjanjikan cahaya yang terang, tegas, dan nyata, jauh dari kesan remang-remang.
Sorotnya akan menembak lapisan jalan beton, membuatnya terlihat jelas dan aman bagi setiap pelintas di Gala Puncak.
Saat malam tiba, lalu-lalang warga dan lintasan kendaraan di Gala Puncak diharapkan akan berjalan lancar, disiram oleh pancaran cahaya listrik yang kuat.
Kehadiran cahaya ini membawa lebih dari sekadar penerangan, ia membawa rasa aman, ketenangan, dan kelancaran mobilitas warga.

Kini, untaian kabel telah terpasang rapi, menjadi urat nadi yang siap menyalurkan kehidupan.
Langkah selanjutnya tinggal menanti dan menguji, sejauh mana ketangguhan dan konsistensi pasokan listrik yang disiapkan negara ini untuk mampu menjaga terangnya kawasan pemukiman Gala Puncak ini.
Ya, bukan lagi sekadar janji, kehadiran negara kini terwujud dalam sebatang tiang besi dan untaian kabel. Inilah efek dari Pajak Bumi dan Bangunan yang bertransformasi menjadi terang yang tegas di The Gala Puncak. Cahaya yang dinantikan ini bukan penerangan biasa, melainkan janji nyata dari negara.
(*)












