NunukanTitiknolKaltara

Penduduk Nunukan Terbanyak Kedua di Kaltara, tapi Indeks Pembangunan Manusia Masih Tertinggal

37
×

Penduduk Nunukan Terbanyak Kedua di Kaltara, tapi Indeks Pembangunan Manusia Masih Tertinggal

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi makan siang berigizi gratis yang diberikan kepada para pelajar.  Ratusan murid SDN 001 Nunukan Selatan, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara (Kaltara) terlihat antusias saat kedatangan mobil pickup berisi makan bergizi gratis, Senin (6/1/2025) pagi.

Penduduk terbanyak kedua, tapi kualitas SDM paling rendah di Kalimantan Utara? Simak analisis BPS Nunukan soal tantangan pendidikan di wilayah perbatasan

TITIKNOL.ID, NUNUKAN – Kabupaten Nunukan mencatat anomali menarik dalam potret pembangunan di Kalimantan Utara (Kaltara). 

Berdasarkan proyeksi tahun 2026, Nunukan resmi menjadi daerah dengan jumlah penduduk terbanyak kedua di provinsi ini.

Namun, ledakan populasi tersebut ternyata belum berbanding lurus dengan kualitas sumber daya manusianya.

Data terbaru menunjukkan bahwa Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Nunukan masih tertahan di posisi paling buncit dibandingkan kabupaten/kota lain di Kaltara. Mengapa hal ini bisa terjadi?

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Nunukan, Iskandar Ahmaddien, membeberkan bahwa faktor utama lambatnya pertumbuhan IPM di wilayah perbatasan ini adalah rendahnya Rata-rata Lama Sekolah (RLS).

“Masih banyak penduduk usia 25 tahun ke atas yang tingkat pendidikannya hanya sampai jenjang SD atau SMP. Ini menjadi hambatan besar bagi kenaikan IPM secara signifikan,” ungkap Iskandar dalam keterangan resminya, Sabtu (7/3/2026).

Meskipun secara angka IPM Nunukan terus merangkak naik, dari kisaran 68 ke 69 dalam tiga tahun terakhir, kecepatan peningkatannya masih kalah jauh dibandingkan daerah tetangga.

Iskandar menegaskan data ini valid karena diambil melalui Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) dengan verifikasi berlapis.

Magnet Migrasi dan Tantangan Geografis

Pertumbuhan penduduk yang pesat di Nunukan bukan tanpa alasan.

Sebagai pintu gerbang utama menuju Sabah, Malaysia, Nunukan memiliki daya tarik ekonomi yang kuat.

  • Arus Migrasi: Banyak pekerja migran yang kembali dan menetap di Nunukan bersama keluarga mereka.
  • Pusat Ekonomi: Sektor perdagangan lintas batas, jasa, dan konstruksi menjadikan Nunukan magnet bagi warga dari Malinau dan Tana Tidung.
  • Fasilitas Publik: Layanan kesehatan dan pendidikan yang lebih lengkap dibanding wilayah sekitarnya mendorong terjadinya urbanisasi.
Baca Juga:   Triwulan III, Ekonomi Kaltara Tumbuh Lebih Tangguh

Namun, jumlah penduduk yang besar justru menjadi beban berat bagi pemerintah daerah.

Berbeda dengan Kabupaten Tana Tidung yang populasinya kecil sehingga lebih mudah memeratakan akses, Nunukan harus berjuang dengan tantangan geografis yang kompleks, mulai dari wilayah daratan luas hingga gugusan pulau di perbatasan.

Agar jumlah penduduk yang besar berubah menjadi “Bonus Demografi” dan bukan beban pembangunan, BPS memberikan beberapa rekomendasi strategis bagi Pemkab Nunukan:

  • Pemerataan Pendidikan: Memperluas akses pendidikan menengah hingga tinggi, khususnya di wilayah terpencil.
  • Pendidikan Kesetaraan: Menggenjot program kejar paket bagi masyarakat dewasa untuk mendongkrak angka Rata-rata Lama Sekolah.
  • Kualitas Hidup: Menyeimbangkan pertumbuhan penduduk dengan penyediaan lapangan kerja dan peningkatan daya beli.

“Jumlah penduduk besar adalah modal pembangunan, kuncinya ada pada kualitas. Jika pendidikan dan kesehatan diperbaiki, Nunukan punya potensi besar mengejar Tarakan dan Bulungan,” pungkas Iskandar. (*)