Nasional

Muhammadiyah Tetapkan Lebaran 2026 Jatuh 20 Maret, Pemerintah Tunggu Sidang Isbat

54
×

Muhammadiyah Tetapkan Lebaran 2026 Jatuh 20 Maret, Pemerintah Tunggu Sidang Isbat

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: masyarakat melakukan sholat idul fitri di lapangan terbuka (HO/Istimewa)

TITIKNOL.ID – Hari Raya Idul Fitri 2026 menjadi momen yang paling dinantikan umat Islam setelah menjalankan ibadah puasa Ramadan selama sebulan penuh.

Penetapan 1 Syawal 1447 Hijriah pun selalu menjadi perhatian karena menentukan waktu pelaksanaan Lebaran.

‎Muhammadiyah melalui Pimpinan Pusat (PP) telah lebih dahulu menetapkan tanggal 1 Syawal 1447 Hijriah berdasarkan metode hisab yang mereka gunakan.

‎Keputusan tersebut tertuang dalam Maklumat PP Muhammadiyah Nomor 2/MLM/I.0/E/2025 tentang Penetapan Hasil Hisab Ramadan, Syawal, dan Zulhijah 1447 Hijriah.

‎Berdasarkan maklumat tersebut, Hari Raya Idul Fitri atau 1 Syawal 1447 Hijriah ditetapkan jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026.

‎Dalam penentuan tersebut, Muhammadiyah menggunakan metode hisab hakiki dengan prinsip, syarat, serta parameter Kalender Global Hijriah Tunggal (KGHT).

‎Diketahui, ijtimak menjelang Syawal terjadi pada Kamis, 30 Ramadan 1447 Hijriah atau 19 Maret 2026 pukul 01.23.28 UTC.

‎Ketika Matahari terbenam pada hari ijtimak tersebut, terdapat wilayah di muka bumi yang telah memenuhi Parameter Kalender Global (PGK) 1 yang menjadi acuan Muhammadiyah, sehingga Lebaran jatuh pada keesokan harinya.

‎Sementara itu, pemerintah melalui Kementerian Agama Republik Indonesia hingga kini belum menetapkan secara resmi tanggal 1 Syawal 1447 Hijriah.

‎Penetapan resmi Lebaran versi pemerintah akan diumumkan melalui sidang isbat yang dijadwalkan berlangsung pada 19 Maret 2026 di Auditorium HM Rasjidi, Kantor Kementerian Agama, dengan menggunakan metode kombinasi hisab dan rukyat dalam menentukan awal bulan Hijriah secara nasional. (*/)