Politik

Prabowo Siap Tarik Indonesia dari Board of Peace Jika Tak Sejalan dengan Kepentingan Palestina

66
×

Prabowo Siap Tarik Indonesia dari Board of Peace Jika Tak Sejalan dengan Kepentingan Palestina

Sebarkan artikel ini
Berdasarkan tayangan di laman YouTube resmi Gedung Putih, Prabowo tampak mengenakan kopiah hitam dan setelan jas abu-abu. Ia duduk di barisan depan bersama sejumlah pemimpin negara lainnya yang turut hadir dalam sesi pengenalan Dewan Perdamaian tersebut. (REUTERS/Denis Balibouse)

TITIKNOL.ID – Presiden Prabowo Subianto dikabarkan siap menarik Indonesia dari keanggotaan Board of Peace (BoP) apabila forum tersebut tidak sejalan dengan kepentingan Indonesia dalam memperjuangkan Palestina.

‎Pernyataan itu disampaikan Sekretaris Majelis Syura DPP Front Pembela Islam (FPI), Hanif Alatas, yang menjadi salah satu perwakilan organisasi masyarakat Islam yang diundang dalam acara buka puasa bersama di Istana Merdeka, Kamis (5/3) malam.

‎Menurut Hanif, dalam pertemuan tersebut Prabowo menyampaikan kemungkinan Indonesia keluar dari BoP jika tidak ada kemaslahatan bagi Palestina atau tidak sesuai dengan kepentingan nasional Indonesia.

‎“Kalau melihat tidak ada kemaslahatan lagi untuk Palestina, tidak ada peluang memperjuangkan kemaslahatan Palestina, dan tidak sesuai dengan kepentingan nasional Indonesia, Presiden akan menarik diri. Pernyataannya seperti itu,” ujar Hanif.

‎Ia menambahkan bahwa dalam pertemuan tersebut pihak FPI belum sempat menyampaikan langsung aspirasinya kepada Presiden. Namun organisasi tersebut telah menitipkan surat berisi desakan agar Indonesia keluar dari BoP.

‎“Memang tadi kami belum dapat kesempatan bicara, tapi kami menitipkan surat. Kami tetap meminta supaya Republik Indonesia menarik diri dari BoP,” katanya.

‎Hanif menjelaskan FPI meminta Indonesia keluar dari forum yang dibentuk Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, tersebut karena tidak mempercayai Amerika Serikat maupun Israel yang dinilai memiliki rekam jejak buruk dalam berbagai konflik internasional.

‎“Kita percaya iktikad baik Presiden Republik Indonesia, tapi kita tidak percaya Amerika. Kita tidak percaya Israel,” ujarnya.

‎Menurutnya, keterlibatan Indonesia dalam BoP juga berpotensi menimbulkan persoalan, termasuk kemungkinan pasukan Indonesia harus berhadapan dengan pejuang Palestina di Gaza.

‎Hanif menegaskan bahwa FPI tidak keberatan apabila pengiriman pasukan Indonesia bertujuan membantu perjuangan kemerdekaan Palestina. Namun pihaknya menolak apabila pasukan Indonesia berada di bawah komando Amerika Serikat dan berpotensi melucuti senjata kelompok pejuang di Gaza.

‎“Kalau dikirim ke Gaza untuk memerdekakan Palestina kita dukung, bahkan kita siap mendukung relawan. Tapi kalau dikirim di bawah komando Amerika lalu melucuti senjata para pejuang di Gaza hingga terjadi konfrontasi, ini yang kami tidak inginkan,” tegasnya. (*)