Titiknol IKN

Progres Jalan Kawasan Hunian Pekerja IKN Capai 70 Persen, Ditargetkan Rampung Juli 2026

71
×

Progres Jalan Kawasan Hunian Pekerja IKN Capai 70 Persen, Ditargetkan Rampung Juli 2026

Sebarkan artikel ini
IKN KEMAJUAN INDONESIA - Panorama ibu kota baru Indonesia bernama IKN Nusantara. Bukan sekadar pindah alamat kantor, perjalanan ASN menuju Nusantara adalah babak baru dalam sejarah birokrasi Indonesia yang lebih hijau dan modern. (OIKN)

TITIKNOL.ID – Pembangunan infrastruktur jalan di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Ibu Kota Nusantara (IKN) terus menunjukkan perkembangan signifikan.

Salah satu proyek yang tengah dikerjakan adalah peningkatan jalan di kawasan Hunian Pekerja Konstruksi (HPK).

‎Hingga awal Maret 2026, progres pembangunan jalan di kawasan tersebut telah mencapai sekitar 70 persen dan ditargetkan rampung pada Juli 2026.

‎Jalan ini berfungsi sebagai konektivitas di dalam kawasan hunian pekerja konstruksi yang terhubung dengan beberapa kawasan penting lainnya di IKN.

‎Beberapa kawasan yang terkoneksi melalui jalan tersebut antara lain kawasan pertahanan dan keamanan, hunian Badan Intelijen Negara (BIN) dan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), serta kawasan legislatif.

‎Proyek pembangunan jalan ini dikerjakan oleh PT Bangun Cipta Kontraktor dan PT Panca Karya Sentosa melalui skema kerja sama operasi (KSO) yang ditunjuk oleh Kementerian Pekerjaan Umum.

‎Kuasa Kerja Sama Operasi BCK–PKS, Rizal Hartanto, menjelaskan bahwa pekerjaan dilakukan di kawasan hunian yang sudah cukup padat aktivitas.

‎“Pekerjaan jalan di dalam kawasan HPK ini berada di lingkungan hunian yang padat dan berada di antara dua jalan akses utama di OIKN, yaitu LS-2 dan LS-4,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin (9/3/2026).

‎Menurutnya, kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri dalam pelaksanaan proyek karena aktivitas masyarakat di kawasan sekitar tetap harus berjalan normal.

‎Untuk mengejar target penyelesaian, pekerjaan dilakukan secara simultan dengan menambah sumber daya peralatan, tenaga kerja, serta memperpanjang waktu kerja tanpa mengabaikan mutu dan keselamatan kerja.

‎Proyek ini mencakup pembangunan jalan sepanjang 3,30 kilometer yang dilengkapi sistem utilitas bawah tanah, jalur pedestrian, jalur sepeda, serta ruang terbuka hijau dengan konsep kota pintar melalui lampu jalan sensor gerak dan pemanfaatan energi panel surya. (*/)