TITIKNOL.ID – Presiden Prabowo Subianto memberikan mandat khusus kepada Menteri ESDM Bahlil Lahadalia untuk segera membangun fasilitas penyimpanan minyak dalam negeri guna memperkuat ketahanan energi nasional.
Langkah ini diambil sebagai respons terhadap dinamika geopolitik global, termasuk konflik di Timur Tengah yang berpotensi mengganggu pasokan energi dunia.
Bahlil mengungkapkan arahan tersebut telah disampaikan langsung oleh Presiden, dengan penekanan pada pentingnya kemandirian energi nasional.
“Saya sudah melaporkan kepada Bapak Presiden dan beliau memberikan arahan agar segera dibangun. Ini soal survival, kalau tidak kita akan terus bergantung,” ujarnya di Kementerian ESDM.
Ia menjelaskan, investasi untuk pembangunan fasilitas penyimpanan minyak mentah (crude oil) telah tersedia, bahkan sejumlah investor siap terlibat dalam proyek strategis tersebut.
Dengan adanya tangki penyimpanan, minyak mentah yang diimpor dapat ditampung terlebih dahulu sebelum diolah menjadi bahan bakar minyak (BBM) di kilang domestik.
Bahlil menambahkan, optimalisasi juga dapat dilakukan melalui penambahan kapasitas tangki di kilang milik Pertamina.
Sementara itu, Direktur Jenderal Migas Kementerian ESDM, Laode Sulaiman, menyebut pembangunan fasilitas akan melibatkan pihak swasta dan direncanakan berlokasi di wilayah Sumatera.
Saat ini, kapasitas cadangan minyak Indonesia baru mampu memenuhi kebutuhan sekitar 20–25 hari.
Pemerintah menargetkan peningkatan hingga 90 hari atau setara tiga bulan melalui pembangunan fasilitas penyimpanan tersebut, dengan studi kelayakan yang tengah berjalan dan proyek ditargetkan mulai tahun ini. (*/)










