TITIKNOL.ID, PENAJAM – Layanan air bersih dari Instalasi Pengolahan Air (IPA) berkapasitas 50 liter per detik di Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), mulai mengalir ke warga. Namun, jangkauannya masih terbatas.
Hingga Maret 2026, baru sekitar 400 sambungan rumah tangga yang terpasang sejak fasilitas yang bersumber dari Intake Sungai Sepaku itu dioperasikan awal tahun ini.
Direktur Perumda Air Minum Danum Taka (AMDT) PPU, Abdul Rasyid, mengatakan capaian tersebut merupakan progres awal setelah peresmian IPA pada Januari lalu.
“IPA kita yang baru diresmikan sekarang sudah terpasang 400. Sebagian masyarakat di Sepaku sudah bisa memanfaatkan,” ujarnya, Jumat (20/3/2026).
IPA tersebut dibangun oleh Kementerian PUPR melalui anggaran 2024 dan kini telah diserahkan ke pemerintah daerah untuk dikelola.
Meski mulai beroperasi, pemanfaatan kapasitas IPA dinilai masih jauh dari optimal. Dengan kapasitas 50 liter per detik, fasilitas itu seharusnya mampu melayani hingga 5.000 sambungan rumah.
Kendala utama ada pada keterbatasan anggaran untuk pengembangan jaringan distribusi. Selain itu, kemampuan masyarakat dalam membayar biaya pemasangan juga menjadi tantangan, meski skema cicilan telah diterapkan.
“Anggaran kita terbatas, ditambah daya beli masyarakat untuk biaya pemasangan masih kesulitan,” jelas Rasyid.
Di sisi lain, cakupan layanan air bersih di Sepaku saat ini baru sekitar 22 persen. Pemerintah daerah terus mengejar peningkatan akses sebagai kebutuhan dasar masyarakat.
“Tapi ada komitmen OIKN mambantu pembangunan jaringan pipa dan sambungan rumah. Sekitar 6.000 sambungan rencananya dibangun khusus di Kecamatan Sepaku. Harapannya ini bisa gratis untuk masyarakat,” kata Rasyid.
Saat ini, prosesnya masih dalam tahap survei lapangan untuk menentukan wilayah dan warga yang belum terlayani air bersih.
(TN01)












