TarakanTitiknolKaltara

Waspada Mudik Lebaran 2026, BMKG Tarakan Prediksi Hujan Lebat dan Potensi Banjir Rob

57
×

Waspada Mudik Lebaran 2026, BMKG Tarakan Prediksi Hujan Lebat dan Potensi Banjir Rob

Sebarkan artikel ini
CUACA BMKG - Ilustrasi cuaca di Graha Indah, Kecamatan Balikpapan Utara, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur cerah, Selasa (30/7/2024). Sudah lama tidak turun hujan deras di daerah ini. Kota Balikpapan dan Kota Samarinda serta daerah Ibu Kota Nusantara terkena modifikasi cuaca agar tidak turun hujan. Langkah ini dilakukan oleh pemerintah pusat dalam rangka untuk menghalau hujan agar tidak turun ke Ibu Kota Nusantara yang sedang proses pembangunan fisik. 

TITIKNOL.ID, TARAKAN – Masyarakat di wilayah Tarakan dan sekitarnya diminta untuk lebih waspada saat menjalankan aktivitas mudik maupun silaturahmi Idulfitri 1447 Hijriah.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi cuaca di Bumi Paguntaka akan didominasi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat selama periode Lebaran 2026.

Kepala BMKG Kota Tarakan, M. Sulam Khilmi, menjelaskan bahwa kondisi ini dipicu oleh aktifnya Monsoon Asia yang membawa pasokan uap air dalam jumlah besar menuju wilayah Kalimantan Utara (Kaltara).

Selama periode Lebaran, cuaca didominasi oleh hujan sedang hingga lebat.

“Hal ini dikarenakan Monsoon Asia masih sangat aktif, sehingga uap air yang dibawa dari wilayah Asia menuju Kaltara, termasuk Tarakan, tergolong cukup tinggi,” ujar Sulam Khilmi, Jumat (20/3/2026).

Status Waspada Kategori Kuning Berdasarkan pantaun BMKG, intensitas hujan tercatat cukup tinggi dalam beberapa hari terakhir akibat pertumbuhan awan yang signifikan.

Meski sempat diprediksi cerah pada pertengahan Maret, namun potensi hujan kembali meningkat tajam mulai tanggal 16 hingga 19 Maret 2026.

Untuk periode 16 sampai 19 Maret, kita masuk dalam kategori kuning.

“Artinya, intensitas hujan berada pada level sedang hingga lebat yang memerlukan kewaspadaan ekstra,” imbuhnya.

Ancaman Banjir Rob di Pesisir Selain guyuran hujan, tantangan lain yang patut diwaspadai adalah fenomena banjir rob di wilayah pesisir.

Fenomena ini berkaitan erat dengan fase bulan baru yang bertepatan dengan posisi bulan yang sedang berada di titik terdekat dengan bumi (perigee).

Sulam Khilmi merincikan bahwa potensi banjir rob ini diperkirakan terjadi dalam rentang waktu dua hari sebelum hingga dua hari setelah puncak fase tersebut.

“Khusus tanggal 19 Maret, karena posisi bulan dekat dengan bumi, ada potensi banjir rob. Masyarakat di Tarakan dan Pulau Bunyu perlu waspada mulai tanggal 17, 18, 19, hingga 21 Maret,” ungkapnya memperingatkan.

Baca Juga:   Sekda PPU Resmikan Masjid Raudhah dan Peletakan Batu Pertama SMP IT Al-Khairat di Sotek

Kondisi La Nina Masih Lemah Terkait fenomena global La Nina, BMKG memastikan dampaknya saat ini tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap fluktuasi cuaca di wilayah Tarakan.

“Kondisi La Nina saat ini masih terpantau lemah, sehingga pengaruhnya terhadap cuaca lokal di Tarakan tidak terlalu besar,” pungkas Sulam Khilmi. (*)