SangattaTitiknolKaltim

Kronologi Kebakaran Hebat di Kutai Timur, 75 Rumah Ludes hingga Rugi Sekitar Rp25 Miliar

62
×

Kronologi Kebakaran Hebat di Kutai Timur, 75 Rumah Ludes hingga Rugi Sekitar Rp25 Miliar

Sebarkan artikel ini
KEBAKARAN RUMAH - Duka mendalam menyelimuti warga Desa Batu Timbau, Kecamatan Batu Ampar, Kutai Timur, Provinsi Kalimantan Timur. Sebuah kebakaran hebat menghanguskan sedikitnya 75 rumah warga pada Kamis 26 Maret 2026 siang.

Siang bolong yang mencekam di Sangatta! Dalam sekejap, 75 rumah di Desa Batu Timbau rata dengan tanah akibat amukan si jago merah. Kerugiannya? Tak main-main, diperkirakan menembus angka Rp25 miliar

TITIKNOL.ID, SANGATTA – Duka mendalam menyelimuti warga Desa Batu Timbau, Kecamatan Batu Ampar, Kutai Timur, Provinsi Kalimantan Timur.

Sebuah kebakaran hebat menghanguskan sedikitnya 75 rumah warga pada Kamis 26 Maret 2026 siang. 

Akibat musibah ini, total kerugian materiil diperkirakan mencapai angka fantastis, yakni Rp25 miliar.

Api mulai mengamuk sekitar pukul 11.15 WITA, melahap pemukiman padat penduduk yang tersebar di tiga wilayah, yakni RT 03, RT 09, dan RT 10.

Kombinasi cuaca panas ekstrem dan angin kencang membuat si jago merah berpindah dengan sangat cepat dari satu bangunan ke bangunan lainnya.

Kronologi dan Penyebab Api Cepat Merambat

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkartan) Kutai Timur, Failu, mengungkapkan bahwa mayoritas bangunan yang ludes merupakan rumah berbahan kayu. Hal inilah yang membuat api sulit dikendalikan dalam waktu singkat.

Berdasarkan keterangan saksi, titik api pertama kali terlihat di lantai dua rumah salah satu warga bernama Heri di RT 03. 

“Karena posisi rumah yang sangat berdekatan, api langsung merambat luas,” jelas Failu dalam keterangan resminya, Jumat (27/3/2026).

Upaya pemadaman berlangsung dramatis. Keterbatasan armada pemadam kebakaran di Kecamatan Batu Ampar memaksa warga bahu-membahu menggunakan alat tradisional untuk memutus jalur api.

Tak hanya itu, sebuah alat berat jenis excavator milik perusahaan setempat dikerahkan ke lokasi.

Alat ini menjadi kunci strategis untuk melokalisir kobaran api dengan cara merobohkan beberapa bangunan agar kebakaran tidak merembet ke area perkebunan dan RT sebelah.

Baca Juga:   Belum Ada Regulasi Khusus Pasokan MBG, Sekda Tohar: Petani Lokal Berpeluang Terlibat

Setelah berjibaku selama kurang lebih empat jam, api akhirnya berhasil dipadamkan sepenuhnya pada pukul 15.30 Wita, dilanjutkan dengan proses pendinginan untuk memastikan tidak ada titik api tersisa.

100 KK Kehilangan Tempat Tinggal

Meski tidak ada korban jiwa dalam peristiwa memilukan ini, dampaknya sangat memprihatinkan.

Sekitar 100 Kepala Keluarga (KK) kini kehilangan tempat tinggal dan terpaksa mengungsi ke tenda darurat.

“Kerugian materiil sangat besar, diperkirakan mencapai Rp25 miliar karena banyak aset berharga warga yang tidak sempat diselamatkan,” pungkas Failu.

Saat ini, tim di lapangan masih terus melakukan pendataan mendalam terkait kebutuhan logistik dan bantuan mendesak bagi para korban terdampak.

(*)