TITIKNOL.ID, PENAJAM – Kelanjutan pembangunan Bendungan Lawe-Lawe di Penajam Paser Utara (PPU) masih menunggu lampu hijau dari pemerintah pusat.
Pemerintah Kabupaten PPU sudah mengajukan usulan sejak tahun lalu. Bahkan, pemaparan proyek itu sudah dua kali dibawa ke Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas).
Bupati PPU, Mudyat Noor, mengatakan pembahasan lanjutan dijadwalkan kembali bergulir usai libur Lebaran.
“Kita sudah dua kali presentasi. Tinggal menunggu pembahasan lanjutan setelah Lebaran,” ujarnya, Sabtu (28/3/2026).
Di tengah kondisi fiskal daerah yang terbatas, PPU terus mendorong agar proyek ini bisa mendapat dukungan pusat.
Pasalnya, bendungan tersebut diproyeksikan untuk menopang kebutuhan air bersih masyarakat Benuo Taka, sehingga diupayakan dapat segera berfungsi maksimal.
Mudyat menjelaskan, realisasinya belum sepenuhnya mulus. Salah satu kendala utama ada pada status aset yang masih dimiliki BUMN, sehingga prosesnya tidak bisa berjalan cepat.
“Kita agak terkendala di kepemilikan aset. Kalau bukan milik BUMN, mungkin prosedurnya lebih mudah,” ujarnya.
Kondisi itu membuat masih ada tahapan administrasi yang harus dilalui sebelum pembangunan bisa kembali dilanjutkan.
Saat ini, progres Bendungan Lawe-Lawe masih tertahan di angka 85 persen. Sisa pekerjaan membutuhkan anggaran besar, sementara kemampuan keuangan daerah terbatas.
Pemkab PPU gencar mencari sumber pendanaan ke pemerintah pusat agar proyek ini tidak mangkrak terlalu lama.
(TN01)












